Jumat, 13 Mar 2020 14:44 WIB

Pabrik Lamborghini Pun Setop Produksi Gara-gara Corona

Luthfi Anshori - detikOto
Lamborghini Centenario Ilustrasi mobil Lamborghini.Foto: Dok. Motortrend
Jakarta -

Italia menjadi negara di luar China dengan jumlah kasus virus corona terbesar. Imbas dari wabah ini mempengaruhi berbagai sektor, termasuk industri otomotif Italia. Kabar terbaru menyebutkan produsen supercar Italia, Lamborghini, memberhentikan sementara kegiatan produksinya.

Mengutip dari laman Response, pada 12 Maret 2020 kemarin, Lamborghini mengumumkan pemberhentian pengoperasian sementara pabriknya di Sant'agata Bolognese, Italia.

Lamborghini akan menyetop sementara waktu kegiatan produksi pabriknya selama dua minggu, antara tanggal 13 Maret sampai 25 Maret 2020.

"Lamborghini mendukung langkah darurat pemerintah Italia untuk mencegah penyebaran virus corona. Ini adalah tanggung jawab sosial untuk keadaan darurat yang sedang berlangsung, tidak hanya di Italia, tetapi di seluruh dunia," kata CEO Lamborghini, Stefano Domenicali.

Belum dikatakan kapan pabrik Lamborghini itu akan beroperasi kembali. Namun Domenicali memastikan bakal memulainya pada waktu yang tepat.

Sebagai informasi, Italia menjadi negara di luar China dengan jumlah kasus virus corona terbesar. Bahkan pada Rabu 11 Maret 2020, Perdana Menteri (PM) Italia, Giuseppe Conte, telah memberlakukan lockdown atau karantina terhadap seluruh wilayahnya.

Sejauh ini terkonfirmasi 12.462 kasus virus Corona di wilayah Italia, dengan 827 orang meninggal dunia. Nyaris 60 persen dari total jumlah korban meninggal di luar China daratan, ada di wilayah Italia.

Pemerintah Italia awalnya merespons wabah virus Corona dengan mengkarantina 50 ribu orang di sedikitnya 11 desa setempat yang terdampak virus Corona paling parah. Langkah itu diikuti dengan memberlakukan lockdown atau mengisolasi wilayah Lombardy, yang menjadi pusat penyebaran virus Corona di Italia.

Dampak virus ini terhadap industri otomotif Italia, asosiasi produsen mobil asing UNRAE menyebutkan wabah virus corona dan lemahnya prospek ekonomi dapat memicu penurunan penjualan kendaraan.

Diprediksi, penurunan penjualan mobil di Italia tahun ini bisa lebih dari 15%.

Tanpa langkah tepat dan kuat, penjualan mobil di Italia berisiko kehilangan sekitar 300.000 unit tahun ini. Padahal, penjualan tahun 2019 lalu mencapai 1,92 juta unit yang mengalami kenaikan 0,3% dari tahun sebelumnya.

Industri otomotif dianggap penting di Italia. Sebabnya, industri ini menyumbang sekitar 10% produk domestik bruto (PDB) untuk negara itu.



Simak Video "Awal Juni Italia Izinkan Orang Keluar Masuk Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com