Mesin Euro 4 Isuzu Siap Tenggak Biodiesel B30

Rizki Pratama - detikOto
Senin, 09 Mar 2020 08:50 WIB
Service center Isuzu terbesar di dunia ada di Thailand. Service center terbesar Isuzu ini berada di bawah nangungan Tri Petch Isuzu Service Co., LTD.
Isuzu akan menerapkan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan bermesin diesel. Mesin diesel Isuzu bisa tenggak B30. Foto: M Luthfi Andika
Jakarta -

Indonesia akan melangkah ke standar lebih tinggi dalam regulasi emisi ke Euro 4 untuk kendaraan bermesin diesel. Standar tersebut akan mulai berlaku pada April 2021 nanti.

Menyikapi regulasi baru itu Isuzu menyatakan kesiapannya. Isuzu pun telah melakukan riset dan uji emisi untuk mesin Euro 4 dan siap diimplementasikan ketika aturan berlaku. Bahkan mesin itu pun sudah siap juga untuk menenggak bahan bakar nabati atau yang saat ini digunakan, yaitu B30 atau biodiesel 30%.

"Kami sebagai APM pasti akan mengikuti peraturan yang dikeluarkan pemerintah baik ambang batas gas buang maupun bahan bakar nabati. Jadi kita pasti akan selalu comply dengan regulasi. Kita sudah mulai riset dan uji emisi beberapa engine yang nanti akan dipakai saat regulasi Euro 4 mandatory," papar Department Head Prototype dan Test Department, Harmoko Setiawan GIICOMVEC 2020, Jakarta Convention Centre Senayan, Jakarta Pusat.

Untuk mesin diesel Euro 4, bahan bakar yang digunakan tidak boleh mengandung sulfur lebih dari 50 part per minute (PPM). Sedangkan kandungan airnya menjadi 200 ppm ada bahan bakar nabati.

"Kalau mengacu ke regulasi international Euro 4 memang dibatasi. Sulfur konten maksimal 50 ppm pada angka bahan bakar cetane minimal 51. Memang water konten lebih ketat di Indonesia jadi 200ppm. Jadi pemerintah selangkah demi selangkah mengeluarkan peraturan untuk mendekati regulasi internasional," tambah Harmoko.

Penetapan standar baru dalam negeri ini juga akan memperbesar peluang ekspor. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Putu Juli Ardika mengatakan demikian karena fasilitas produksi tidak perlu menyediakan dua jalur berbeda.

"Katena automaker inginnya ekspor. Jadi kalau ekspor tergantung jenis bahan bakar. Tujuan ekspor negara yang sudah masuk Euro 4. Ini juga satu peluang bagus untuk bisa meningkatkan daya saing. Kalau Euro 4 ke atas dan kita di bawah itu kita harus buat dua line produksi ini sangat tidak kompetitif," kata Putu dalam kesempatan sama.



Simak Video "Jokowi: B30 Bisa Hemat Devisa Rp 63 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/rgr)