Virus corona disebut-sebut mempengaruhi sektor ekonomi. Di Indonesia, bahkan barang dari China bisa berimbas naik harganya.
Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus bencana virus tersebut bisa membuat pasokan barang dari China ke Indonesia terganggu. Hal itu karena menurunnya produktivitas di China karena corona. Karena pasokan barang dari China terganggu, kelangkaan barang impor dari China bakal melambungkan harga di Indonesia.
Tapi, hal itu tidak berlaku bagi mobil China merek DFSK. Merek mobil China yang punya pabrik di Cikande, Serang Banten, itu memastikan harga mobilnya tetap normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada kenaikan harga Mobil DFSK di Indonesia karena virus Corona dan tidak ada dampak produksi di manufaktur DFSK Indonesia," kata PR & Digital Manager PT Sokonindo Automobile, Arviane kepada detikcom, Rabu (12/2/2020).
Wanita yang akrab disapa Ane itu menegaskan, wabah virus corona menyebar di Wuhan yang lokasinya jauh dari pusat DFSK di China. Menurutnya, DFSK memiliki kantor pusat di ChongQing, bukan Wuhan.
"Ada komponen (mobil DFSK produksi Indonesia yang diimpor) dari China, dari ChongQing. Tapi masih aman, tidak ada dampak produksi di manufaktur DFSK Indonesia," kata Ane.
(rgr/lth)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus