Selasa, 04 Feb 2020 21:13 WIB

Strategi Baru Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi

Rizki Pratama - detikOto
Aliansi Renault Nissan Mitsubishi Aliansi Renualt-Nissan-Mitsubishi mencoba bangkit kembali dengan strategi baru. Foto: Renault
Jakarta -

Renault-Nissan-Mitsubishi telah mengumumkan kerangka kerja barunya untuk keberlangsungan bisnis mereka di masa depan.

Kerangka kerja baru ini ditujukan untuk memperkuat model bisnis aliansi dan memperkuat struktur manajemennya. Kerangka kerja itu telah disahkan pada pertemuan Aliiance Operating Board (AOB) di Yokohama, Jepang. Berdasarkan kesepakatan tersebut, anggota aliansi dapat memanfaatkan kekuatan anggota lainnya untuk melengkapi strategi mereka.

"Kami memperkuat model kolaborasi untuk sepenuhnya memanfaatkan kekuatan dalam setiap perusahaan untuk meningkatkan kepemimpinan kami di seluruh wilayah, produk dan teknologi baru," ujar pernyataan melalui siaran pers itu.

Anggota aliansi juga akan mendapatkan bagian fokus pasarnya masing-masing dalam kesepakatan itu. Nissan di kawasan China, Renault di Eropa, dan Mitsubishi di Asia Tenggara.

Dalam praktik teknisnya, aliansi akan bekerja mengembangkan model utama dan 'kembarannya', memperluas skema menjadi platform, powertrain dan teknologi inti. Artinya satu perusahaan akan menjadi pemimpin dalam aliansi ini untuk pengembangan masing-masing teknologi sebelum dibagikan kepada masing-masing anggota aliansi.

Selanjutnya AOB telah setuju untuk Clean Air For Europe (CAFE) di Eropa pada tahun 2020. keputusan lain terkait kendaraan rendah emisi karbon, Renault ditunjuk untuk mengembangkan Van dari platform Mitsubishi ke mobil Renault Traffic. Mobil itu akan mulai diproduksi di pabrik Renault di Prancis untuk dipasarkan di kawasan Oceania.

Sementara itu untuk rencana kerja jangka menengah secara bertahap akan dirampungkan menjelang Mei 2020. Selain keputusan tentang kerangka kerja baru, aliansi ini juga menegaskan kembali program utama yang telah dicanangkan sejak November lalu. Setiap perusahaan akan didukung untuk meningkatkan daya saing dan profit di tengah pergeseran industri layanan mobilitas.



Simak Video "Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Diburu Interpol"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com