Kamis, 16 Jan 2020 14:31 WIB

Nissan Aliansi dengan Honda? Menarik Juga

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Ari Saputra
Tokyo - Nissan diterpa isu cerai Renault setelah menjalin aliansi Renault-Nissan. Meski kedua pabrikan itu sama-sama menegaskan tidak ada kata pisah, analis melihat peluang yang menarik jika Nissan dan Honda menjalin kerja sama.

Diberitakan Bloomberg, analis LightStream Research, Mia Kato, mengatakan aliansi Nissan Motor Co. dengan Honda Motor Co bisa menjadi hal yang menarik. Apalagi, raksasa Jepang, Toyota telah menjalin kerja sama juga dengan pabrikan Jepang lainnya.



Menurutnya, jika Nissan dan Honda menjalin aliansi, maka hal itu akan menjadi menarik mengingat ancaman Toyota Motor Corpo yang telah menggandeng pabrikan Jepang lain seperti Mazda, Suzuki, dan Subaru.

"Honda tidak pernah terlibat dalam merger dan akuisisi yang agresif. Merger antara Honda dan Nissan seharusnya tidak terpikirkan, tetapi dengan meningkatnya daya saing Toyota kita merasa bahwa jika Nissan menginginkan mitra aliansi untuk menggantikan Renault, Honda mungkin tidak sepenuhnya menentang gagasan itu," ujar Kato.



Katanya, pabrikan mobil cenderung akan mencari kemitraan mengingat beban investasi yang cukup berat untuk masa depan. Dia memperkirakan industri otomotif di Jepang pada akhirnya akan terbagi menjadi dua kelompok raksasa.

Menurut Kato, menggandeng Honda sebagai pengganti Renault dalam aliansi Nissan akan meningkatkan volume penjualannya menjadi sekitar 12 juta unit per tahun. Mengingat, Honda memproduksi kendaraan lebih banyak daripada Renault.

Simak Video "Seberapa Buas Nissan GT-R yang Dipakai Wakil Jaksa Agung?"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com