"Wagon masih produksi, (tahun ini) kami gak ada pembaruan. Karena program LCGC dari pemerintah tahun depan juga sudah berubah, dengan adanya LCEV ini pajak LCGC jadi naik," kata 4W Sales Director PT SIS, Makmur, di Jakarta, belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling ada minor change-lah, tapi nanti. Karena kan Karimun gak hanya menyasar segmen passenger, tapi mobil ini juga jadi multi-fungsi sekarang. Kami juga pernah punya project bikin ambulans kecil dari mobil ini, dipake untuk bisnis juga ada," jelas Makmur.
Menurut Makmur, Karimun Wagon R mampu terjual sekitar 400-500 unit perbulannya. "Lebih banyak ekspor ke Pakistan, kalau gak salah di atas 2.500 unit perbulan," kata Makmur.
Dibanding mobil LCGC 5-seater lainnya, penjualan Suzuki Wagon R memang tidak terlalu moncer. Sepanjang Januari-November 2019, Suzuki Karimun Wagon R hanya terjual 4.159 unit. Bandingkan dengan Honda Brio Satya (49.472 unit), Toyota Agya (23.048 unit), Daihatsu Ayla (21.093 unit).
(lua/lth)












































Komentar Terbanyak
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026