Sabtu, 14 Des 2019 15:01 WIB

Aduh, Hyundai Masih Galau Produksi Mobil Model Apa di Indonesia

Luthfi Anshori - detikOto
Hyundai bangun pabrik di Indonesia Foto: SelSylke Febrina Laucereno
Jakarta - Produsen mobil asal Korea Selatan Hyundai sudah mengumumkan akan mendirikan pabrik di Indonesia. Bahkan investasi dan lokasinya sudah ditentukan akan berdiri di Kawasan Deltamas, Cikarang. Pabrik ini akan berdiri bersama dengan pabrikan lainnya seperti Mitsubishi, Suzuki, Wuling.

Bahkan Hyundai juga sudah membocorkan, akan membuka 23.000 lowongan kerja di pabrik barunya. Namun hingga saat ini Hyundai masih galau alias mempertimbangkan mau memproduksi mobil jenis apa.



Seperti yang disampaikan Presiden Direktur PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Yoon Seok Choi, beberapa hari lalu di Jakarta.

"Sekarang ini secara khusus mobil Ioniq dari Hyundai (yang telah di pilih Grab Indonesia, untuk menjadi taksi online dan menemani konsumen ke tempat tujuan-Red," kata Yoon Seok Choi.

MoU Hyundai dan pemerintah IndonesiaMoU Hyundai dan pemerintah Indonesia Foto: Hyundai


Saat dikonfirmasi apakah memungkinkan untuk bisa memproduksi mobil listrik di Indonesia. Yoon Seok Choi masih malu-malu mengatakannya secara gamblang

"Dan Hyundai juga sebenarnya membuat beberapa mobil listrik lain (selain Hyundai Ionic-Red). Tapi besok kita cari yang paling cocok di Indonesia, jadi saat ini kami masih merencanakan dulu," ujar Yoon Seok Choi.

Dalam siaran pers Hyundai waktu itu, disebutkan Hyundai dengan para mitra lokalnya, mengharapkan dapat menciptakan lebih dari 23.000 lapangan kerja baru baik secara langsung maupun tidak langsung di pabrik Indonesia ini yang akan menjadikannya salah satu perusahaan otomotif terbesar di Kota Deltamas.

"Pabrik ini diperkirakan dapat memberikan kontribusi ekonomi senilai lebih dari USD 20 miliar selama satu dekade pertama sejak pabrik ini didirikan," tulis Hyundai.



Fasilitas manufaktur baru ini memiliki nilai investasi kurang lebih sebesar USD 1,55 miliar (Rp 21 triliun) hingga tahun 2030, termasuk biaya operasional dan pengembangan produk. Fasilitas manufaktur ini akan mulai dibangun pada bulan Desember tahun ini dan diharapkan untuk memulai produksi komersial pada paruh kedua tahun 2021, dengan kapasitas tahunan sekitar 150.000 unit. Pabrik ini nantinya pada kapasitas penuh akan dapat memproduksi sekitar 250.000 kendaraan setiap tahunnya.

Hyundai berencana untuk memproduksi SUV kompak, MPV kompak, dan model sedan yang dirancang khusus untuk pelanggan di pasar Asia Tenggara di pabrik baru Indonesia ini, yang juga akan menggabungkan fasilitas untuk stamping, pengelasan, pengecatan dan perakitan.



Selain itu, Hyundai juga tengah menjajaki produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) kelas dunia di pabriknya di Indonesia. Hyundai berkomitmen untuk membantu mengembangkan ekosistem EV Indonesia, berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat melalui kepemimpinannya dalam teknologi mobilitas bersih. Bersama dengan perusahaan afiliasinya, Kia Motors Corporation, Hyundai bertujuan untuk menjadi produsen EV ketiga terbesar di dunia pada tahun 2025.

Ke Pabrik Hyundai, Jokowi Tanda Tangani Mobil ListrikKe Pabrik Hyundai, Jokowi Tanda Tangani Mobil Listrik Foto: SelSylke Febrina Laucereno


Selain kendaraan jadi, perusahaan juga berencana untuk mengekspor 59.000 unit kendaraan completely knocked down (CKD) per tahun.

"Pembangunan pabrik manufaktur Hyundai Motor di Indonesia dapat terlaksana berkat kerja sama dan dukungan dari pemerintah Indonesia. Hyundai secara aktif akan terus mendengarkan dan menanggapi setiap harapan dan kebijakan pemerintah Indonesia berterkaitan dengan kendaraan ramah lingkungan serta akan terus berupaya berkontribusi terhadap komunitas ASEAN," ujar Euisun Chung, Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group.

Simak Video "Bantu Kurangi Polusi, Grab Luncurkan Kendaraan Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com