Sabtu, 09 Nov 2019 16:55 WIB

Alasan Merek Mobil AS Gampang Angkat Kaki

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Luthfy Syahban Foto: Luthfy Syahban
Jakarta - 2 Merek mobil AS sudah memutuskan untuk hengkang dari tanah air. Chevrolet menyusul Ford yang memutuskan menghentikan penjualan di Indonesia. Ada satu kesamaan, keputusan hengkang keduanya dinilai publik terasa dadakan dan dilakukan dalam waktu cepat.

Pengamat otomotif Bebin Djuana punya perspektif lain, mengapa pabrikan AS lebih rentan hengkang dari Indonesia dibandingkan dengan merek Eropa.

"Yang mungkin banyak orang nggak tahu adalah gaya bisnis. Kultur dan budaya mereka (orang Amerika). (Pabrikan Amerika) Ketika merasa ada salah dalam kalkulasi di atas kertas dan sebagainya, ya sudah, mereka angkat kaki. Dan mereka pikir suatu saat bisa balik lagi ke Indonesia," kata Bebin yang sudah berkiprah di beberapa merek mobil di tanah air ini ditemui di Jakarta, Sabtu (9/11/2019).



Padahal dengan hengkangnya mereka dari Indonesia, menurut Bebin, akan berpengaruh besar terhadap brand image mereka di Indonesia. Dan saat mereka kembali ke Indonesia, belum tentu mendapat sambutan dari konsumen Indonesia.

"Hal-hal seperti itu sangat sensitif bagi konsumen Indonesia (saat mempertimbangkan memilih merek tersebut)," terang Bebin.

Berbeda dengan merek-merek otomotif asal negeri Paman Sam, merek asal Eropa masih banyak yang bertahan di industri otomotif Indonesia. Salah satunya yakni Volkswagen yang masih betah di Indonesia.

Dijelaskan Chief Operating Officer PT Garuda Mataram Motor, Jonas Chendana, Volkswagen tidak akan mengikuti langkah yang dilakukan pabrikan Eropa.

"Kita nggak ada kekhawatiran (akan hengkang). Kita kan juga bikin pabrik (di Indonesia). Jadi kita berkomitmen," kata Jonas, di Senayan, Jakarta, Sabtu (9/11/2019).




Simak Video "Chevrolet Pamit dari Indonesia, Bagaimana Nasib Penggunanya?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com