Minggu, 27 Okt 2019 11:49 WIB

Laporan dari Tokyo

Ekspor Mobil ke Australia Berat Syaratnya, Wajib Standar Euro

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Pemerintah tengah merayu Australia agar mau menerima mobil-mobil buatan Indonesia. Namun sampai sekarang belum terlihat adanya mobil yang dikirim ke negeri kangguru itu. Ada apa gerangan?

Rupanya standar mobil yang beredar di Australia cukup berat. Standarnya sudah standar Eropa yang meminta aneka fitur keselamatan yang mumpuni.


"Australia itu standar Eropa, kalau negara lain sudah menerima mobil produksi kami. Kalau Australia itu agak berat dari sisi product safety, fitur crash, atau fungsi safety," ujar Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono saat ditemui di Sapporo, Hokkaido, Jepang, seperti dilaporkan wartawan detikcom Dadan Kuswaraharja, Sabtu (27/10/2019).

Untuk mesin tidak ada masalah karena Toyota sudah mampu menyediakannya.

Di Australia rata-rata mobilnya menggunakan mesin berkapasitas seperti Corolla atau Land Cruiser, namun mesin mobil yang lebih kecil sudah mulai banyak beredar seiring kian banyaknya populasi orang Asia di sana.


Dengan beratnya menyediakan mobil untuk Australia apakah Indonesia batal mengekspor mobil ke sana? Warih menepis hal ini.

"Belum-belum batal, masih kami persiapkan seperti apa kendaraannya," ujarnya.

Simak Video "Jokowi Lepas Ekspor Perdana 6.000 Mobil Pikap ke Filipina"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com