Jumat, 18 Okt 2019 20:15 WIB

Pembatasan Impor Mobil Vietnam Mirip Seperti LCGC di Indonesia

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrasi mobil Vietnam Foto: Zaki Alfarabi Ilustrasi mobil Vietnam Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta - Kebijakan dalam negeri Vietnam terkait untuk menekan impor membuat produsen mobil nasional khawatir. Pajak konsumsi atau special consumption tax/SCT berlaku lebih ringan untuk produk otomotif buatan Vietnam.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam Ibnu Hadi menjelaskan beberapa isi aturan tersebut, menurutnya kebijakan yang dilakukan pemerintah Vietnam untuk membatu program buatan dalam negeri, sama halnya dengan Indonesia saat menerbitkan aturan Low Cost and Green Car atau LCGC.



"Consumption tax produk dari Vietnam dikurangi, jadi sekian cc hanya 50 persen, sekian cc 70 persen. Intinya adalah pajak lebih kecil itu akibatnya ke harga jualnya bisa lebih murah," ujar Ibnu kepada awak media di Sparks Luxe Hotel, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

"Agak mirip dengan kebijakan LCGC di Indonesia, yang berikan pengenaan pajak lebih rendah dibanding produksi mobil non-LCGC," ucap Ibnu.

Ia melanjutkan mobil-mobil Vietnam kalah saing dengan produk ekspor. Ini bukan kali kedua yang dilakukan pada Setelah tahun 2018 lalu menerapkan kebijakan Decree No.116/2017/ND-CP atau Decree on Requirements for Manufacturing, Assembly and Import of Motor Vehicles and Trade in Motor Vehicle Warranty and Maintenance Services.



"Tahun kemarin begitu, kita bisa solve yang sifatnya non tarif, melonjak eskpor kita, tetapi produk yang dibuat Vietnam malah menurun penjualannya. Berarti memang kalah bersaing, keluar lagi aturan seperti ini," ujar Ibnu.

Simak Video " Indonesia Vs Vietnam, Rafli dan Firza Potensi Absen"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com