Kamis, 17 Okt 2019 17:35 WIB

Daur Ulang Baterai Jadi Kunci Sukses Mobil Listrik

Rizki Pratama - detikOto
Ilustrasi mobil listrik. Foto: Jhoni Hutapea Ilustrasi mobil listrik. Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta - Masih ada banyak keraguan yang muncul di benak para konsumen kendaraan untuk beralih ke mobil listrik. Mulai dari jarak tempuh, harga, perawatan dan suku cadang, hingga ketersediaan infrastruktur. Keraguan tersebut tentunya akan menghambat pertumbuhan pasar dari mobil listrik.

Pakar kimia peraih penghargaan nobel asal Jepang, Akira Yoshino melihat masalah tersebut dapat diatasi dengan satu hal. Menurutnya daur ulang baterai adalah kunci dari mengamankan material yang mendukung permintaan mobil listrik.


"Poinnya adalah baterai mobil listrik bisa didaur ulang. Biayanya dapat ditutupi apabila semua limbah baterai di Jepang dikumpulkan dan diproses," kata Yoshino.

Transisi dunia untuk permintaan tenaga baterai sebagai komponen penting mobil listrik akan meningkatkan komoditas dari tembaga menjadi nikel dan kobal. Sementara itu ada perlu diperhatikan juga bahwa pekerja di tambang tak dapat menyediakan bahan mentah secepat itu sehingga akan menghambat ketersediannya.

Yoshino juga menambahkan, misi selanjutnya untuk industri adalah meningkatkan kemampuan dari energi surya dan angin yang bisa disimpan pada baterai.

Setelah tahun 2025, Yoshino memprediksi penjualan mobil listrik akan mencapai 15 persen dari total penjualan mobil secara keseluruhan. Industri otomotif tampaknya juga akan mengarahkan elektrifikasi pada car-sharing dan mobil otonom.

"Gaya ideal untuk masa depan adalah orang-orang tidak lagi memiliki mobil dan mobil otonom hadir ketika siapapun membutuhkan layanannya," ujar Yoshino.


Yoshino baru saja menyelesaikan penelitian yang memastikan stabilitas dari reaksi zat kimia di baterai lithium. Pada saat pertama kali ditemukan, duluna lithium sangat rentan mengalami kebakaran. Kini litium telah memberikan revolusi kebutuhan energi mulai dari telepon genggam hingga kendaraan.

Saat ini belum banyak industri yang mampu menangani dan mengolah kembali limbah baterai litium mobil listrik. Biasanya setelah kemampuannya tak lagi maksimal di mobil, sisa baterai litium akan digunakan sebagai penyimpanan daya kebutuhan rumah tangga.

Simak Video "Ultra Compact BEV, Mobil Listrik Imut dengan 2 Penumpang"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com