Rabu, 16 Okt 2019 12:42 WIB

Dirut PPD Sebut Bus Zhongtong Punya 'Dalaman' Eropa, Benarkah?

Dina Rayanti - detikOto
Foto: Bus TransJakarta merek Zhongtong (Wilda/detikcom) Foto: Bus TransJakarta merek Zhongtong (Wilda/detikcom)
Jakarta - Bus merek China, Zhongtong, yang baru mengaspal kembali tengah menjadi sorotan. Bus itu kini beroperasi lagi sebagai armada TransJakarta. PT TransJakarta mengatakan pengadaan bus itu didasari kontrak 2013 dan kini dioperasikan atas putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

Nama bus Zhongtong sebagai armada TransJakarta sendiri sebenarnya kurang baik. Berdasarkan catatan detikcom, bus sempat terbakar pada tahun 2015.

Bus ZhongtongBus Zhongtong Foto: Galang/detikcom


Masih di tahun yang sama, bus Zhongtong juga sempat heboh karena bus ini jadi objek korupsi. Mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono dihukum 13 tahun penjara dalam kasus pengadaan bus TransJakarta pada tahun 2012 dan 2013.

Deretan masalah yang menimpa bus Zhongtong juga membuat mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kapok. Ahok juga sempat menyebut bus merek China itu tidak jelas karena belum pernah mendengar namanya.


Tapi sederet kontroversi yang menghinggap pada Zhongtong, tak membuat salah satu operator TransJakarta ikutan kapok menggunakannya.

Direktur Utama Perum PPD, Pande Patu Yasa membela bus Zhongtong. Menurutnya, meski berasal dari China namun 'dalaman' bus Zhongtong berasal dari Eropa sehingga cukup terjamin dari sisi keamanannya.

Bus ZhongtongBus Zhongtong Foto: Galang Aji Putro


"Jadi semua produk-produk yang ada di dalam bus Zhongtong itu produk Eropa. Memang dirakitnya di China, mereknya merek China. Tapi, isinya adalah isi Eropa," ucapnya.


Benarkah demikian?

Dalam situs resminya, bus Zhongtong yang digunakan kembali sebagai armada TransJakarta merupakan model Zhongtong 6180GC City Bus (BRT). Bus gandeng ini punya panjang total 18 meter. Tercantum juga Zhongtong mendatangkan beberapa komponen dari Eropa.

Misalnya sistem sirkulasi udara yang mengadopsi dari merek Hubner, teknologi sirkulasi dari Jerman. Beberapa sistem keamanan pelat pada bus juga didatangkan langsung dari Jerman.

Transmisinya juga dibuat oleh pabrikan Amerika bernama Allison. Sementara komponen lain dibuat di China.

Bus Zhongtong menggendong mesin berkapasitas 11.051 cc dengan turbo intercooling dan pendingin air. Tenaga maksimalnya tembus 455 daya kuda dengan torsi maksimal 1.373 Nm.


Mesin dikawinkan dengan transmisi otomatis enam percepatan dengan hydraulic retarder. Bus ini bisa dipacu hingga kecepatan 100 km/jam. Namun untuk penggunaan sebagai bus kota tampaknya kecepatan sampai 100 km/jam tak diperlukan.

Untuk kenyamanan, bus Zhongtong dibekali suspensi udara. Pengereman didukung oleh rem cakram di roda depan, tengah, dan belakang. (dry/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com