Jumat, 04 Okt 2019 07:51 WIB

Truk yang Masih Obesitas Bakal 'Disunat'

Rizki Pratama - detikOto
Truk Obesitas. Foto: Rifkianto Nugroho Truk Obesitas. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Masih maraknya kecelakaan fatal akibat kendaraan angkut melebih muatan menjadi pekerjaan rumah bagi institusi terkait. Kementerian Perhubungan yang mengedarkan aturan pun semakin gencar menindak pelanggaran tersebut.

Baru-baru ini bahkan sebuah kendaraan didapati terbukti menambah dimensi dan langsung dipotong oleh petugas Dishub yang bertugas. Penindakan itu dilakukan kepada armada logistik SS Trans Logistic di Bekasi, Jawa Barat.


"Potong sasis kemarin di Bekasi SS Trans itu yang mengangkut minuman Teh Sosro. Itu dipotong menjadi 1,4 meter.

Tidak hanya satu unit saja, enam armada lain melanggar ODOL dari perusahaan yang sama pun ikut disunat.

"Kelanjutan kita potong semua, dia punya tujuh kita potong semua dinormalisasi," tambahnya.

Selain aksi pemotongan dimensi yang melebih batas itu, upaya lain untuk menekan praktik truk ODOL adalah membatasi akses ke jalur bebas hambatan. Ada tahun 2020 nanti rencananya setiap gerbang tol akan dilengkapi alat pengukur muatan. Jika terdeteksi melanggar maka tidak diizinkan masuk tol


"Tahun 2020 dari BPJT termasuk Jasa Marga akan mendeclare jalan tol bebas ODOL. Pihak Jasa Marga sudah pasang alat namanya WIM (Weight in Motion). Jadi untuk deteksi kelebihan muat. Akibat kejadian Cipularang kita mempercepat pengadaan alat WIM ini di beberapa pintu masuk jalan tol terutama kawasan industri. Selain ditilang akan diputar balik untuk tidak masuk jalan tol" pungkas Budi.

Simak Video "Inspiratif! Kisah Sopir Wanita yang Kini Jadi Model Barbie"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com