Kamis, 19 Sep 2019 14:38 WIB

Ada Kamera CCTV di Sudirman-Thamrin, Pengemudi Jadi Ogah Melanggar

Dina Rayanti - detikOto
Tilang CCTV. Foto: Lamhot Aritonang Tilang CCTV. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Sejak November 2018, para pelanggar lalu lintas di sepanjang ruas jalan Sudirman-Thamrin tak bisa lagi kucing-kucingan dengan pihak kepolisian. Hal itu lantaran ada 12 kamera CCTV terpasang di 10 titik yang siap 'menangkap' para pelanggar lalu lintas dalam sistem Electronic-Traffic Law Enforcement (E-TLE).

Rupanya sistem terbaru tersebut cukup ampuh membuat para para pengendara roda empat berpelat hitam kapok.


"Sangat efektif. lihat pengemudi di jalur yang ada sistem E-TLE dan bandingkan dengan jalur konvensional lihat ketertiban pengemudi, ini bukti efektifitas E-TLE," ungkap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir saat dihubungi detikcom, Kamis (19/9/2019).

Dalam catatan kepolisian sendiri, sudah ada belasan ribu kendaraan yang tertangkap melanggar lalu lintas. Kebanyakan para pelanggar tak menyadari saat melanggar rambu dan juga marka jalan.

Jadi jumlah terbesar itu pelanggaran E-TLE sampai saat ini adalah pelanggaran rambu dan marka, kedua adalah pelanggaran gage, yang ketiga adalah pelanggaran (tidak mengenakan) seat belt," urai Nasir.


Sejak diberlakukan dari November 2018 hingga akhir Juli 2019, pihak Kepolisian mencatat kurang lebih 16 ribu pelanggaran yang terekam kamera CCTV. Sementara jumlah pelanggar yang telah mengonfirmasi sekitar 6.768, pelanggar yang terbayarkan 3.485, dan pelanggar yang telah terkirim ke pengadilan 5.568.

Sedangkan untuk rincian pemblokiran dari E-TLE angka permohonan blokir mencapai 4.014, Nopol yang telah terblokir 2.961, Nopol tidak terblokir 112, dan buka blokir sekitar 754.

Simak Video "Kamera Tilang Elektronik Intai Pelanggaran Pengemudi Nakal"
[Gambas:Video 20detik]
(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com