Jumat, 06 Sep 2019 14:39 WIB

Menhub Bangga Esemka Rilis Mobil: Cocok Bagi Warga Pedesaan

Mega Putra Ratya - detikOto
Menhub Budi Karya Sumadi di pabrik Esemka Boyolali Foto: istimewa
Boyolali - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam peluncuran mobil dan fasilitas produksi Esemka. Menhub Budi mengaku bangga dengan kehadiran mobil Esemka yang merupakan buatan anak-anak bangsa.

"Hari ini saya merasa bangga sekali, karena banyak adik-adik dari sekitar Solo yang bisa bekerja untuk satu produk dalam negeri yang namanya Esemka," kata Menhub Budi dalam keterangannya, Jumat (6/9/2019).


Hal itu dikatakan sebelum mendampingi Presiden di Pabrik PT Solo Manufakturing Kreasi, Boyolali, Jawa Tengah.

Kehadiran Esemka ini kata Menhub tentu banyak memberikan manfaat terutama untuk masyarakat sekitar. Dan memberikan kesempatan kerja bagi anak-anak muda.

"Kita patut berbangga hadirnya Esemka ini yang merupakan produk dalam negeri. Harapannya tentu ini bisa cocok bagi warga pedesaan untuk mengangkut barang-barang," tuturnya.

Menhub Bangga Esemka Rilis Mobil: Cocok bagi Warga PedesaanFoto: istimewa

Mengapa Esemka ini cocok untuk warga pedesaan? Menhub menilai warga pedesaan saat ini sudah intensif dan produktifitas tentu perlu ditingkatkan. Selain itu warga desa harus melakukan mekanisasi karena mengangkut dengan cara yang lebih cerdas.

"Dengan harga Rp 110 juta dan bisa multifungsi, Esemka ini bisa menjadi angkutan barang sekaligus angkutan penumpang," katanya.

Untuk saat ini, mobil Esemka yang diproduksi massal yakni Tipe Bima 1.2 dan Bima 1.3 merupakan jenis kendaraan niaga (pikap). Sementara yang sudah lolos uji itu ada 12 tipe. Menhub juga apresiasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60 persen.


Ditanya soal pengembangan Esemka menjadi mobil listrik, Menhub mengatakan untuk masa depan mobil listrik menjadi keniscayaan, tapi memang mobil listrik lebih banyak untuk perkotaan.

"Makanya Esemka mengambil positoning di pedesaan membangun mobil angkutan untuk pedesaan. Sedangkan listrik kita utamakan di perkotaan, karena sekarang polusinya luar biasa. Sementara mobil dan motor listrik membutuhkan infrastrutkur charger segala macam sehingga difokuskan di perkotaan," tegasnya.

Apakah ada kemungkinan untuk ekspor? Menhub menilai negara-negara tertentu seperti Myanmar dimungkinkan, tapi untuk saat ini konsentrasi dalam negeri karena kebutuhan untuk industri dan pertanian sangat tinggi.


"Peluangnya ada, tapi ini bisa menjadi angkutan kecil mungkin juga bisa digunakan untuk angkutan online," jelasnya.

Saat di pabrik, Menhub berkesempatan melihat langsung perakitan dari mulai sasis sampai dengan rangka dan ban sebelum Presiden Jokowi tiba. "Selamat atas berdirinya Esemka ini," tutup Menhub.

Simak Video "Cegah Corona, Menhub Larang Penerbangan ke Wuhan Selama Sebulan!"
[Gambas:Video 20detik]
(mpr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com