Kamis, 05 Sep 2019 10:45 WIB

Marak Razia Polisi, Pedagang Lampu Strobo Sepi Pembeli

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrasi polisi tilang kendaraan berstrobo. Foto: dok.istimewa Ilustrasi polisi tilang kendaraan berstrobo. Foto: dok.istimewa
Jakarta - Lampu strobo atau rotator baik secara online atau di tempat penjual aksesoris masih dengan mudah dijumpai. Harganya pun beragam dari yang paling murah sampai jutaan rupiah.

Kepolisian diketahui beberapa tahun terakhir mulai menindak para pengendara yang memasang lampu strobo atau rotator pada kendaraan pribadi. Walhasil apakah berdampak dengan penjualannya?


"Ya ada 80 persen (penurunan), kalau dulu kan masih ada anak-anak touring masang, semenjak nggak dibolehin (dipasangkan ke motor) dari toa dan strobo, baru ada penurunan orang-orang (beli strobo dan sirine)," kata Imron pedagang aksesori di Jakarta Selatan.

Imron melanjutkan strobo saat ini memang kurang diminati karena berkaitan dengan penegakan hukum. Berbeda dengan sirine, atau toa menurutnya masih bisa disembunyikan.

"Paling kalau ada yang masang toa sirine, diumpetin taruh di dalam body motor. Tombolnya dicopot nanti kalau udah di jalan gede baru dipasang. Kalau strobo jarang," kata Imron.

Imron mengatakan umumnya barang yang ia jual menggunakan warna lampu biru, seperti yang digunakan petugas kepolisian. Kendati demikian ia belum pernah ditegur atau mendapat himbauan untuk berhenti menjual strobo.


"Tahu itu (tidak boleh), nggak ada sih (razia penjual strobo)," singkat Imron.

Senada dengan pedagang aksesori kendaraan lainnya, Fani di bilangan Depok, Jawa Barat.

"Tahu (tidak boleh), mereka yang pengin masa kita tolak, kita pasangin aja. Kalau soal resiko kan ditanggung sendiri," ujar Fani.

Simak Video "Polisi Razia Kendaraan dengan Lampu Strobo"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com