Minggu, 18 Agu 2019 13:48 WIB

Mobil Listrik di RI Baru Bergerak, di Dunia Sudah 'Meledak'

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: (University of Queensland) Foto: (University of Queensland)
Jakarta - Mobil listrik menjadi jawaban terhadap solusi kendaraan ramah lingkungan. Mobil yang tidak mengeluarkan emisi tersebut sedang dikembangkan dan dibutuhkan di dunia.

Berbagai negara di dunia sudah mulai menjual massal mobil listrik. Sementara Indonesia belum banyak mobil listrik yang dijual. Di Indonesia baru ada beberapa mobil listrik murni, seperti Tesla yang dijual oleh importir umum Prestige Image Motorcars, dan BMW i3 yang dijual secara resmi oleh BMW Group Indonesia.

Sementara untuk kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang masih menggabungkan mesin bakar namun bisa melaju dengan motor listriknya saja, sudah ada beberapa mobil seperti BMW i8 dan Mitsubishi Outlander PHEV.



Di Indonesia memang mobil listriknya baru beranjak. Pemerintah baru saja mengeluarkan Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan. Namun di dunia, mobil listrik sudah meledak dari segi angka penjualan.

Jato Dynamics--penyedia data untuk analisis tren pasar, spesifikasi kendaraan dan harga mobil--merilis data penjualan mobil listrik secara global. Selama enam bulan pertama tahun ini, penjualan mobil listrik secara global meningkat hingga 92 persen.

Total penjualan mobil listrik di dunia mencapai 765 ribu unit selama Januari-Juni 2019. Sebagai pembanding, tahun sebelumnya penjualan mobil listrik di dunia hanya sekitar 397 ribu unit.



Angka penjualan itu dikumpulkan dari penjualan mobil listrik di 41 pasar di seluruh dunia. Ini adalah peningkatan yang substansial mengingat situasi yang menantang yang dihadapi industri kendaraan di seluruh dunia.

Padahal, mobil listrik terus menghadapi masalah yang sama, yaitu harga yang cukup mahal, infrastruktur yang belum siap dan masih ada kekhawatiran tentang daya jangkau baterai yang digendongnya.

Pertumbuhan kuat pada semester pertama salah satunya disebabkan karena komitmen China untuk elektrifikasi. Mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) lebih populer di China dibanding sebelumnya. Dalam enam bulan pertama tahun ini, mobil listrik di China terjual sebanyak 430.700 unit. Permintaan mobil listrik di sana meningkat hingga 111%.

Pemerintah China memang sedang gencar melakukan percepatan penggunaan kendaraan elektrifikasi. Kebijakan resmi rasio kredit New Energy Vehicle yang juga mencakup mobil plug-in hybrid dan hybrid turut membantu pertumbuhan kendaraan listrik di China.

Di Eropa juga menunjukkan minat yang meningkat pada kendaraan listrik. Tercatat penjualan mobil listrik murni di Benua Biru itu mencapai 173.200 unit pada semester pertama 2019. Angka itu lebih tinggi 84 persen dibanding tahun sebelumnya.

Simak Video "Grab Masih Pertimbangkan Mitranya Gunakan Kendaraan Listrik"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lua)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com