Jumat, 16 Agu 2019 18:29 WIB

Pabrik Toyota Indonesia Bisa Beralih ke Listrik

Rizki Pratama - detikOto
Toyota Prius PHV GR Sport yang dipamerkan di GIIAS 2019 Foto: Dadan Kuswaraharja Toyota Prius PHV GR Sport yang dipamerkan di GIIAS 2019 Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Peraturan Presiden tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan sudah diteken. Diharapkan dengan adanya Perpres ini Indonesia tak hanya sekedar jadi pasar mobil listrik semata.

Negara ini juga diharapkan mampu memproduksi kendaraan listrik untuk kebutuhan domestik dan ekspor. Untuk itu perlu penyesuaian pabrik atau malah membangun pusat pengembangan yang sepenuhnya baru. PT Toyota-Astra Motor (TAM) sendiri melihat pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dapat melakukan transisi tersebut.



"Sebenarnya nggak ada masalah karena mobilnya still mobil, tetap butuh frame butuh suspensi dan butuh body, dan lain-lain saya rasa pabrik nggak jadi masalah," ujar Marketing Director PT-Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandi di Jakarta.

Satu-satunya pembeda produksi mobil listrik dan bensin adalah pada baterai. Satu komponen itu akan menjadi penyesuaian pabrik perakitan mobil nantinya di Indonesia.



"Yang saya katakan tadi yang perlu di-develop dan dipersiapkan adalah masalah baterainya, jadi supply dari baterainya bagaimana nanti kita punya pabrik untuk baterainya sendiri karena baterai sampai saat ini belum ada pabriknya di Indonesia," timpalnya.

Pabrik baterai milik Toyota yang akan dibangun di Indonesia pun nantinya hanya bertugas sebagai pemasok. Oleh karena itu perakitan mobil tetap dilakukan di pabrik yang ada saat ini.

"Itu (pabrik baterai mobil listrik) nanti hanya pemasok aja, jadi baterai ini kan salah satu komponen utama dari mobil listrik itu sendiri jadi baik hybrid maupun BEV butuh baterai, jadi tinggal ukurannya aja mau besar atau kecil," pungkas Anton.

Pabrik Toyota Indonesia Bisa Beralih ke ListrikFoto: Andhika Akbarayansyah


Isi lengkap Perpres No 55 tahun 2019




Simak Video "Calya Dipermak, Harga Naik Rp 2 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com