Jumat, 16 Agu 2019 16:55 WIB

Pasarnya Terus Turun, LCGC Jilid 2 Harus Dilanjutkan

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Sukses dengan program Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost and Green Car (LCGC), pemerintah berencana melanjutkan program ini ke tahapan selanjutnya.

Kendati belum diketahui lebih rinci seperti apa regulasi LCGC jilid 2 nantinya, disebut-sebut LCGC jilid 2 bakal terkena PPnBM sebesar 3 persen. Selai itu, konsumsi bahan bakar mobil LCGC juga harus bisa tembus 23 km/liter.

Sebagai salah satu produsen mobil LCGC, PT Honda Prospect Motor (HPM) pun mendukung langkah pemerintah melanjutkan program mobil terjangkau tersebut. "Yes. Harus lanjut. Kita semua harus men-support," kata Director Business Innovation and Sales & Marketing HPM Yusak Billy di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, belum lama ini.



Yusak pun bicara soal tren market mobil LCGC yang terus turun setiap tahunnya. Ia tetap optimis, mobil LCGC masih dibutuhkan masyarakat. Apalagi mobil LCGC buatan Honda, Brio, masih cukup tinggi peminatnya.

"Di Indonesia (kontribusi LCGC-Red) 20 persen ya, di kami sih masih bagus. Di atas 30 persen sampai 45 persen bahkan. Salah satu backbone kami. Tahun lalu Brio Satya bisa menyumbang sampai 35 persen penjualan kami," lanjutnya.

Yusak juga mengatakan jika pasar mobil LCGC tetap kompetitif sekalipun harganya makin mahal karena terkena PPnBM 3 persen.



"Itu kan 3 persen masih di bawah yang lain. Normalnya kan kita itu nanti ada CO2 tax ya berdasarkan emisi, di mana nanti ada macam-macam, konvensional engine itu kena 15 persen. KBH2 masih kompetitif meski naik 3 persen," terang Yusak.

Simak Video "Primadona Baru di Kelas Low MPV"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/lua)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com