Selasa, 30 Jul 2019 11:48 WIB

Nissan PHK Karyawan, Bagaimana Produksi Mobil Listrik di RI?

Rizki Pratama - detikOto
Nissan Foto: Ari Saputra Nissan Foto: Ari Saputra
Jakarta - Tinggal menunggu tanda tangan Presiden Joko Widodo, secara resmi industri kendaraan listrik di Indonesia akan menyala. Industri terkait pun mulai menyiapkan strategi masing-masing agar dapat mengambil pasar di pasar yang terbilang baru ini.

Meski saat ini kabar mengejutkan Nissan memutuskan untuk mem-PHK ratusan karyawan di Indonesia, tepatnya 830 orang yang menjadi bagian dari pemotongan kerja sebanyak 12.500 karyawan Nissan di seluruh dunia, Nissan menyatakan sudah siap mendatangkan mobil listrik terlaris dunianya ke Indonesia pada tahun 2020 mendatang.



Sayangnya untuk produksi di Indonesia sebagai salah satu cara mengembangkan populasi kendaraan listrik Indonesia belum menjadi perhatian utamanya, namun tak menampik hal itu dapat terjadi.

"Buat pabrikan (mobil listrik) sih belum apalagi untuk Indonesia tahap awal kita perlu create awareness masyarakat dulu, jadi perlahan itu pasti akan menuju ke sana," ungkap Head of Communication PT Nissan Motor Indonesia, Hanna Maharani, saat di GIIAS 2019, Tangerang.

Pabrik Nissan-DatsunPabrik Nissan-Datsun Foto: Dok. Nissan-Datsun


Ia juga mengatakan tak dapat menjanjikan kapan tepatnya realisasi produksi mobil listrik di Indonesia. Alasannya pasar mobil itu pun belum terbentuk sama sekali.

"Kalau produksi pasti akan terkait sama skala ekonomi. Rasanya untuk saat ini sulit dijawab karena kita belum tahu seberapa besar pasarnya," papar Hana.



Oleh karena ini Hana juga melihat Nissan Leaf yang telah menguasai pasar mobil listrik di dunia pun belum diproyeksikan akan mendulang kesuksesan di Indonesia dalam waktu dekat. "Itu (Leaf di Indonesia) bukan jadi volume maker kita, tapi kita akan menuju ke sana," tambahnya.

Terkait meningkatkan perhatian konsumen terhadap mobil listrik pun Nissan mengambil langkah menggunakan visi Nissan Inteligent Mobility. Visi ini mengusung tujuan Nissan dalam mengembangkan produk dan teknologi.



"Melalui fitur yang ada sekarang itu udah bagian Nissan Intelligent Mobility. Kita sudah punya visi membawa Nissan Leaf kemudian ada e-Power. Itu adalah bagian rencana di Indonesia untuk elektrifikasi," pungkas Hana.

Simak Video "Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Diburu Interpol"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com