Bagi perusahaan sebesar Toyota sendiri implementasi ini bukanlah sebuah pekerjaan yang sulit. Bahkan mobil apapun yang sudah beredar saat ini bisa saja mendapatkan varian bertenaga listriknya. Hal ini pun sudah terbukti melalui Alphard, Camry, dan terakhir C-HR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pria yang disapa Suryo ini masih menunggu kembali bagaimana putusan akhir terkait kendaraan listrik dari Indonesia. Regulasi tersebut akan mempengaruhi bagaimana langkah Toyota selanjutnya dalam menghadapi tantangan elektrifikasi.
"Saya belum lihat draftnya, tapi yang dulu saya pernah lihat, masih banyak versi dan ketidakjelasan. Kita tidak bisa tentukan model mana. Makanya selalu saat ditanya agak ngambang jawabnya. Kecuali keputusan sudah ada sehingga APM (Agen Pemegang Merek) bisa tentuin," papar Suryo
Di luar hal tersebut Toyota pastikan tidak akan langsung melompat ke mobil listrik murni ketika aturan ini disahkan. Seperti yang sudah berjalan, Toyota memilih untuk sedikit demi sedikit menjual teknologi mobil listrik dalam bentuk hybrid seperti pada C-HR, Alphard dan Camry.
"Hybrid dulu baru kita consider PHEV supaya aktivasi target elektrifikasi 20 persen di tahun 2025 bisa tercapai. Baru kita lihat ke depannya," ujar Suryo.
(rip/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih