Selasa, 16 Jul 2019 09:43 WIB

Sulitnya Menyelipkan Biaya Asuransi ke Harga Mobil

Rizki Pratama - detikOto
Ilustrasi klaim asuransi mobil. Foto: Garda Oto Ilustrasi klaim asuransi mobil. Foto: Garda Oto
Jakarta - Konsumen kendaraan bermotor Indonesia belum semuanya sadar akan pentingnya asuransi. Tak jarang konsumen hanya membeli kendaraannya tanpa memikirkan biaya asuransi.

Melihat masih minimnya akan kesadaran tersebut, perusahaan penyedia jasa asuransi menilai akan cukup sulit jika dipadukan dengan harga jual kendaraan. Penyematan biaya asuransi pada harga jual kendaraan sekaligus akan mempengaruhi peta persaingan industri otomotif di Indonesia.


"Susah, karena itu juga ada strategi. Begitu masuk harga (asuransi) otomatis harga naik kan dia juga lagi persaingan jadi jangan sampai asuransi membebani harga mobil," ujar Chief Marketing Officer (Retail Business) Asuransi Astra, Gunawan Salim dalam media gathering Astra Financial GIIAS 2019 di Menara Astra, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).

Meskipun demikian, edukasi terus digencarkan tanpa memaksa konsumen membayar harga mobil lebih mahal dengan asuransi. Gunawan melihat kesadaran asuransi kendaraan terus tumbuh dari tahun ke tahun.

"Nggak sulit, kita terus edukasi meningkatkan kesadaran mereka. Sekarang nyatanya naik terus kok," tutur pria yang disapa Gun ini.


Gun mengungkapkan Asuransi Astra sendiri saat ini sudah mampu mencapai premi Rp 200 miliar dalam setahun. Angka tersebut naik drastis dari beberapa tahun lalu yang hanya tercatat Rp 7 miliar.

"Sekian tahun lalu sekitar cuma Rp 7 miliar premi. Belakangan ini sudah tembus Rp 200 miliar dari pembelian cash," ungkap Gun.

Simak Video "Perkenalkan Mahindra Scorpio, Pikap India Seharga Rp 200 Jutaan"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com