Jumat, 05 Jul 2019 17:36 WIB

Esemka Kabarnya Punya Mobil Presiden Buat Jokowi, Apa Kata Istana?

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Jokowi dan mobil Esemka saat berkunjung ke kantor detikcom Foto: detikcom Jokowi dan mobil Esemka saat berkunjung ke kantor detikcom Foto: detikcom
Jakarta - Istana tengah memikirkan untuk menyegarkan mobil kepresidenan. 2 Produsen mobil mewah Mercedes-Benz dan BMW telah mengajukan diri untuk mengikuti tender mobil dinas kepresidenan untuk periode 2019-2024.

Mercedes-Benz menawarkan sedan S-Class untuk tunggangan Presiden Joko Widodo, sementara BMW telah menyodorkan Seri 7 terbarunya, variannya tergantung yang diinginkan pemerintah. Keduanya, pun telah mengajukan proposal untuk mengikuti tender.

Lantas, bagaimana dengan nama lokal yang selama ini jadi buah bibir, macam mobil Esemka?



Nama Esemka memang melekat dengan Jokowi setelah jadi kendaraan dinas saat Jokowi jadi walikota Solo pada 2010 lalu. Kini, diam-diam Esemka disebut punya kendaraan yang spesifikasinya disiapkan untuk kendaraan presiden. Menanggapi hal itu, Kepala Biro Umum Kementerian Sekretariat Negara Piping Supriatna saat berbincang dengan CNBC Indonesia masih enggan berkomentar lebih jauh terkait hal tersebut.

"Mohon maaf, nanti info resminya akan kita infokan," kata Piping.

Saat ini pihak Setneg memang sedang mempertimbangkan untuk penggantian mobil kepresidenan yang sudah uzur. "Ada pertimbangan karena kondisinya sudah cukup tua dan sering bermasalah," kata Piping.




Dalam laporan CNN Indonesia (1/4/2019), Pindad, BUMN strategis pembuat senjata dan kendaraan tempur, mengonfirmasi pernah diajak bekerja sama dengan Esemka untuk menggarap mobil dinas Jokowi pada 2018 lalu. Spesifikasi mobil itu berteknologi listrik murni.

Saat itu, Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengungkap sudah ada pembicaraan terkait mobil dinas Jokowi dengan Esemka. Desain mobil yang kemungkinan akan dipakai Jokowi sehari-hari. Abraham menjelaskan desain belum sampai ke tahap prototipe, tapi proyek sempat tertunda.





Simak Video "Visi Indonesia Minus Hukum Dan HAM"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com