Selasa, 25 Jun 2019 11:47 WIB

Mobil LCGC Turun 14%, Dua Faktor Ini Jadi Pemicunya

Dadan Kuswaraharja - detikOto
Toyota-Daihatsu Luncurkan Calya dan Sigra saat pertama kali meluncur tahun 2016 lalu Foto: Rengga Sancaya Toyota-Daihatsu Luncurkan Calya dan Sigra saat pertama kali meluncur tahun 2016 lalu Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Selama bulan Januari-Mei 2019, penjualan mobil jenis Low Cost and Green Car (LCGC) turun cukup drastis sebesar 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sepanjang Januari-Mei 2019, penjualan mobil LCGC semua merek mencapai 90.065 unit, sedangkan di periode yang sama tahun lalu mencapai 105.009 unit. Padahal mobil-mobil LCGC selalu menjadi andalan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dalam mengerek penjualan. Tanpa mobil LCGC, penjualan mobil di Indonesia susah menembus angka 1 juta unit.



Dari pengamatan detikcom, penjualan mobil LCGC setiap tahun memang mengalami tren penurunan. Apa yang terjadi dengan mobil LCGC?

Menurut Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy setidaknya ada dua faktor mengapa mobil-mobil LCGC ini mengalami penurunan harga. Yakni faktor taksi online dan perusahaan pembiayaan.

Khusus mobil LCGC Calya saat diluncurkan tahun 2016 saat itu permintaannya mengalami kenaikan sampai 2017. Puncak dari demand Calya terjadi pada awal-awal launching, karena konsumen yang kemampuan daya belinya terbatas, akhirnya bisa membeli mobil. Selain itu banyak pengguna Calya yang menggunakan mobil ini menjadi mobil taksi online sehingga permintaan mobil meningkat.



"Ada dua faktor pertama penggunaan Calya untuk taksi online cukup tinggi (yang kemudian meningkatkan penjualan di saat itu) dan kedua kemampuan leasing untuk mengambil (mobil) ini lebih tinggi. Pada 2016-2017 daya serap leasing lebih kuat dibanding tahun 2018 akhir, jadi 2018 semester kedua sudah cukup menurun. Jadi faktornya ada online taksi, dan leasing, dan memang produknya sudah tidak baru, dan segmen yang dulu nggak beli sudah beli," ujarnya.

Meski mengalami penurunan, Anton menekankan hal ini sudah sesuai prediksi dari Toyota. "Ini sudah normal permintaannya, di angka ini sudah alamiah. Bukan jenuh juga, karena ini memang normalnya di level 5.000an untuk Calya, sebelumya pernah 7.000, 6.000, tapi memang 5.000 ini masih level normal," ujarnya.

Toyota Calya sendiri sepanjang Januari-Mei 2019 terjual sebanyak 17.925 unit, sedangkan LCGC lain Toyota, Toyota Agya lebih sedikit yakni 10.298 unit.


(ddn/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com