Minggu, 16 Jun 2019 11:14 WIB

Panther Masih Sanggup Hidup di Antara Pesaing yang 'K.O'

Dina Rayanti - detikOto
Isuzu Panther. Foto: pool Isuzu Panther. Foto: pool
Jakarta - Meski penjualannya terus menurun, Isuzu Panther masih sanggup untuk bertahan di tengah sengitnya persaingan otomotif Tanah Air. Panther yang sudah lahir sejak tahun 1990-an, masih bisa hidup di usianya yang menginjak ke-28 di tahun ini.

Mengisi segmen MPV, Panther harus menghadapi ketatnya bersaing dengan Hyundai Trajet, KIA Carens, Chevrolet Zafira dan Estate, Nissan Latio, Kia Carnival, Mitsubishi Kuda, Maza Premacy, Toyota Kijang, Honda Stream, Chery Eastar, Honda Freed, Nissan Grand Livina, Toyota Sienta, Wuling Cortez, hingga Proton Exora.


Dari beberapa mobil yang disebutkan di atas, tersisa beberapa saja karena terhitung sebagai pendatang baru. Sisanya seperti Kia Carens, Hyundai Trajet, Kia Carnival, Mitsubishi Kuda dan sederet model lain telah 'menyerah'. Isuzu Panther dan Toyota Kijang lah yang masih setia menghadirkan mobil keluarga meski selama puluhan tahun.

Sisanya harus menyerah karena pasar otomotif Tanah Air yang seleranya terus berubah. Sayangnya, Isuzu Panther pun seolah tinggal menunggu waktu. Aturan Euro4 membuat laju Panther harus sedikit terganjal.

Pengembangan mesin baru terkait aturan Euro4 dinilai Isuzu tak ekonomis bagi Panther. Panther disebut Isuzu saat ini hanya laris di Indonesia.

"MPV ini pasar terbesarnya di Indonesia. Isuzu basisnya adalah truk, engine-nya komersial. Itu jadi kendala kalau kita investasi untuk Panther berarti khusus untuk Indonesia. Secara volume lagi nanti, kalau di negara lain punya varian sejenis menggunakan engine yang sama bisa jadi investasi akan lebih ringan," tutur GM Marketing Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril beberapa waktu lalu.


Sebagai informasi, pemerintah telah mengeluarkan aturan agar para pabrikan melahirkan mobil yang telah berstandar Euro4.

Hal itu semata-mata dilakukan agar para pelaku industri otomotif tak perlu repot memproduksi model yang sama namun berbeda spesifikasi. Untuk mesin bensin, aturan sudah berlaku sejak tahun 2018. Sedangkan bagi mobil-mobil bermesin diesel aturan tersebut mulai berlaku pada tahun 2021. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com