Senin, 10 Jun 2019 17:37 WIB

Jangan Ugal-ugalan di Jalan Tol dengan Sistem One Way

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Oky Lukmansyah/Antara Foto Foto: Oky Lukmansyah/Antara Foto
Jakarta - Di 2019 pemerintah melakukan gebrakan besar dengan menerapkan kebijakan one way atau lajur searah di tol Trans Jawa. Kebijakan ini bertujuan mengurai kepadatan lalu lintas yang biasa terjadi saat momen puncak arus mudik atau arus balik.

Meski aturan ini sudah jauh-jauh hari disosialisasikan, ternyata masih banyak pengguna jalan yang belum paham cara berkendara aman di jalan tol sistem one way ini. Bahkan temuan detikcom di lapangan, tak jarang pengemudi mobil atau kendaraan besar seperti bus, ugal-ugalan ketika melihat sisi lajur tol yang lengang.



Dijelaskan instruktur Rifat Drive Labs Andry Berlianto, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pengguna jalan saat melintas di tol dengan sistem one way.

"Secara pergerakan sebenarnya sama saja dengan arus jalan dua lajur. Bedanya, sekarang one way alias satu arah," kata Andry, saat dihubungi detikcom, Senin (10/6/2019).

Andry menghimbau agar pengguna jalan tetap disiplin dalam satu lajur mengingat sistem one way seperti kasus mudik 2019, sifatnya dinamis dan ada para petugas rambu yang mengatur lalu lintas.

"Tetap gunakanlah lajur kanan untuk mendahului dan tetap di lajur kiri saat bergerak lambat," wanti Andry.



"Selain itu, pandangan mata harus jauh ke depan, untuk melihat dinamika sistem one way. Apakah ada akhir one way atau tidak," jelasnya lagi.

Andry juga memberi saran agar para pengguna jalan tidak berpindah lajur secara sembarangan. Dan berpindah lajur sesuai titik yang ditentukan petugas.

"Saat berpindah lajur, jangan lupa cek spion, menoleh sekilas. Dan bunyikan klakson sebagai penanda keberadaan kendaraan kita. Setelah itu, pindahlah ke lajur sebelah saat semua kondisi terpantau aman," pungkas Andry. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com