Jumat, 10 Mei 2019 10:25 WIB

Pengiriman Avanza Diharap Tak Mandek, Bisa Dipakai buat Lebaran

Ruly Kurniawan - detikOto
Toyota Avanza. Foto: Dok. Toyota-Astra Motor Toyota Avanza. Foto: Dok. Toyota-Astra Motor
Jakarta - Mobil sejuta umat dari Toyota Astra Motor (TAM) masih terus menjadi primadona orang Indonesia, tidak terkecuali saat momen lebaran. Berdasarkan data penjualan, Avanza terbaru sudah terpesan hingga 30.000 unit semenjak kehadirannya di awal tahun ini (sampai akhir April 2019). Angka itu dinilai bakal terus meningkat terlebih pada bulan Ramadhan kali ini.

"Sejak launching pertama kali sampai akhir minggu kemarin, pemesanan Toyota Avanza baru mencapai sekitar hampir 30.000 unit. Sehingga bisa dikatakan, tiap bulannya itu pemesanan berada di antara 7.000-8.000 unit," ungkap Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto di helatan Toyota Indonesia Media Breakfasting, Jakarta, Kamis (9/5/2019).



Meski pemesanannya sungguh banyak, Toyota bertekad agar pengiriman Avanza baru dan model kendaraan lainnya tidaklah lama khususnya di periode lebaran ini. Sebab pihak PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yang merakitnya sudah menaikkan jumlah produksi.

"Produksinya sendiri, ADM bulan lalu sudah berkomitmen. Bila kita melihat angka wholesales (dari pabrik ke diler) Avanza Januari-Februari, kan 5.000 unit-an. Setelah itu tiba-tiba angkanya menjadi 8.000 unit kan? Nah itu memang ada peningkatan produksi dari ADM dan pasti akan terus dilaksanakan. Karena outsanding (pemesanan)-nya juga masih tinggi dan kita inginnya sebelum lebaran bisa terpenuhi (segala pemesanan)," kata Soerjo.



Permintaan penambahan produksi Avanza diakui Soerjo sebenarnya dilakukan pada bulan Januari lalu, ketika Avanza dan Xenia model baru diperkenalkan kali pertama. Saat itu, permintaan dari Toyota Astra Motor untuk produksi Avanza adalah 8.000-9.000 unit per bulan.

"Sebab Januari kemarin ada periode run out, di mana stok Avanza benar-benar tipis. Kita juga kan menaikkan target penjualan dari 6.000-7.000 unit per bulan menjadi 7.500 unit. Inilah landasan mengapa kita ingin menambah produksi," ungkapnya.

"Namun saat itu ADM belum bisa penuhi. Nah pada Februari akhir itulah akhirnya bisa dilakukan, setelah pabrik memberlakukan berbagai kebijakan seperti menambah shift, lembur, atau sebagainya. Ini akan kita terus jaga (produksi 8.000 unit), pasti," pungkas Soerjo lagi. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed