Rabu, 08 Mei 2019 16:42 WIB

Calon Lawan Berat Esemka

Dina Rayanti - detikOto
Foto: Chinaautoweb Foto: Chinaautoweb
Jakarta - Nama Esemka Garuda 1 dan Bima sudah tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2019 bersama dengan pabrikan Jepang, Eropa, China, Korea Selatan, hingga Amerika.

Dua mobil Esemka itu mengisi segmen yang berbeda yakni mobil penumpang dan mobil beban. Esemka Garuda 1 masuk dalam segmen mobil penumpang, sementara kendaraan pick-up ada Bima.


Esemka Garuda 1 berbentuk SUV sendiri sempat tertangkap kamera sedang diangkut menggunakan truk. Namun tak ada keterangan pasti dari pihak Esemka apakah mobil Garuda 1 itu sama dengan yang kini tercantum pada aturan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) atau tidak.

Mobil Foday yang disebut-sebut menjadi basis Esemka GarudaMobil Foday yang disebut-sebut menjadi basis Esemka Garuda Foto: Chinaautoweb


Jika nantinya dijual di Indonesia dalam bentuk SUV, Esemka Garuda 1 tentu tak sendirian. Membandingkan dengan kapasitas mesin 2.000cc, ada Hyundai Tucson, Mazda CX-3, hingga Nissan X-Trail 2.0.

Kemudian, Esemka Bima pick-up juga harus bersiap menembus pasar yang selama ini diisi oleh Daihatsu Gran Max, pick-up DFSK, Suzuki Carry, APV pick-up, juga Mitsubishi L300.

Mobil pikap Esemka di BoyolaliMobil pikap Esemka di Boyolali Foto: Ragil Ajiyanto


Sejauh ini deretan mobil yang terlihat di halaman parkir PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) adalah jenis pick-up. Sebagai informasi, PT SMK disebut-sebut sebagai produsen Esemka dan siap menjualnya di Tanah Air.


Esemka sendiri juga diklaim sudah lolos melakukan Uji Tipe oleh Balai Sertifikasi Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan. Dengan begitu, Esemka sudah diizinkan untuk diproduksi massal.

"Setelah diuji tipe, apabila memenuhi ketentuan teknis dan laik jalan, akan dikeluarkan SUT Sertifikat Uji Tipe, dari Direktorat Sarana Perhubungan Darat," kata Kepala Balai Sertifikasi Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Kemenhub, Caroline Noorida Aryani beberapa waktu lalu.

"Kapan (Esemka) diproduksi (massal) kami tidak tau," kata Caroline lagi. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed