Tapi hal itu justru tak terjadi di Jepang. Mobil Amerika tak populer di Negeri Matahari Terbit itu. Melihat mobil Amerika di Jepang pun seolah menjadi pemandangan langka.
Industri otomotif di Jepang terbilang unik. Mengutip pemberitaan CNBC, Rabu (24/4/2019), produsen mobil Amerika masih kesulitan untuk mengikuti selera orang Jepang. Ditambah lagi para produsen tersebut tak memiliki diler di Jepang, sehingga membuat warga sekitar kesulitan ketika ingin membeli mobil. Anggapan soal mobil Amerika tak tahan lama serta boros bensin pun masih menggelayuti pikiran orang Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Jepang, pasar dan konsumennya berbeda. Kami memberikan mereka yang sama dengan konsumen di Amerika Utara," jelas Wakil Presiden Industri, Tenaga Kerja, dan Ekonomi Pusat Riset Otomotif Kristin Dziczek.
Jepang terbilang sukses di rumahnya sendiri. 95 persen mobil yang melintas di jalanan Jepang dibuat oleh produsen Jepang. Sedangkan mobil-mobil Eropa masih banyak yang diimpor langsung.
Mercedes-Benz, BMW, VW, hingga Audi contohnya hanya bisa menjual puluhan ribu mobil di Jepang setiap tahunnya.
Mobil-mobil Amerika pun perlahan-lahan mulai angkat kaki. Ford meninggalkan Jepang sejak tahun 2017. Atau merek GM hanya mampu menjual 700 unit mobil sepanjang tahun 2018. (dry/lth)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih