Selasa, 16 Apr 2019 18:47 WIB

Penjualan Turun, LCGC Produk Gagal?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
LCGC Toyota Calya. Foto: Rangga Rahardiansyah LCGC Toyota Calya. Foto: Rangga Rahardiansyah
Jakarta - Penjualan mobil di segmen LCGC mengalami penurunan akhir-akhir ini. Tapi, Toyota Astra Motor (TAM) membantah kalau kendaraan bermotor hemat energi harga terjangkau (KBH2) alias low cost green car (LCGC) disebut produk gagal.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada 2016, penjualan LCGC tercatat sebanyak 235.171 unit. Setahun kemudian penjualannya turun tipis menjadi 234.554 unit. Pada 2018, penjualan LCGC turun lagi menjadi 230.444 unit.



"(Penjualan LCGC) turun, tapi ini kan turunnya 5 persen, saya bilang turunnya nggak sampai 10 persen setiap tahun. Kalau dibilang turun, ya turun," kata Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto.

Padahal, ketika LCGC dibuat diharapkan penjualannya akan mengalami kenaikan terus. Bahkan LCGC digaungkan sebagai salah satu pendorong penjualan otomotif tembus 1 juta unit saban tahun.



"Nggak gagal. Kenapa saya jawab nggak gagal, kalau nggak ada itu (LCGC), nggak akan ada market (penjualan mobil per tahun) 1 juta (unit). Karena tadi (penjualan LCGC) 200 ribu (unit per tahun). Kalau nggak ada LCGC paling (penjualan mobil secara keseluruhan) cuma 700-800 ribu, nggak pernah 1 juta unit," sebut Soerjo.

"Tapi sejak diluncurkan LCGC, market itu stabil. Sejak 2014 itu stabil 1 juta unit sampai sekarang. Jadi saya nggak bilang gagal, cuma saya setuju pemerintah me-review KBH2 (LCGC)," katanya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed