Senin, 15 Apr 2019 07:46 WIB

Laporan dari Malaysia

Mobil-mobil di Malaysia Awet karena Pakai Bensin Oktan 95

Ruly Kurniawan - detikOto
Ilustrasi mengisi bensin. Foto: Ridwan Arifin Ilustrasi mengisi bensin. Foto: Ridwan Arifin
Kuala Lumpur - Mobil-mobil tua masih cukup memadati jalanan Malaysia, seperti Honda Accord 90-an, Toyota Corolla DX, dan sebagainya. Salah satu penyebab awetnya kendaraan di sana adalah standar BBM (Bahan Bakar Minyak) yang sudah tinggi.

Jangankan Premium, yang masih populer di Indonesia, bensin standar Pertamax sudah sangat jarang ditemui. Di Malaysia, semua mobil termasuk kendaraan keluarga 1.500cc harus pakai standar RON 95 atau setara dengan Pertamax Plus kalau di Indonesia.


"Paling kecil (RON atau Octane Number) adalah 95. Jadi mobil cc 1,5 atau jadul pakainya itu. Masih ada yang RON 92, tapi jarang sekali," kata salah satu pengunjung International Automodified (IAM) kepada detikcom di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (14/4/2019).

"Kalau mobil seperti BMW, Mercedes-Benz, KIA, dan lainnya pakai RON 98," lanjut dia.

Oleh sebab itu, masalah pada mobil yang sering terjadi adalah karet wiper, fuel pump, atau 'luka' tabrakan saja. Sangat jarang masalah kendaraan berdecit atau ngelitik. Di Indonesia pemakaian BBM memang disesuaikan dengan kantong para pemilik kendaraan.


Untuk mobil murah jenis LCGC misalnya. Sudah dianjurkan pemerintah untuk menggunakan bensin beroktan minimal 92, namun masih marak pemilik mobil LCGC yang justru mengisinya dengan bensin beroktan 88 atau 90. Memang tak ada aturan mengikat terkait isi bensin di dalam kendaraan.

Setidaknya mengisi kendaraan dengan bensin sesuai anjuran pabrikan dapat membuat mesin lebih awet dan juga tahan lama. (ruk/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com