Jumat, 29 Mar 2019 10:39 WIB

Bikin SIM Nggak Cukup Cuma Belajar di Sekolah Mengemudi

Luthfi Anshori - detikOto
Ujian praktik SIM. Foto: Ari Saputra Ujian praktik SIM. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 77 ayat 3, Surat Izin Mengemudi (SIM) bisa dimiliki seseorang yang punya kompetensi mengemudi, yang didapat dari jalur pendidikan dan pelatihan atau belajar sendiri (otodidak).

Ada perbedaan antara belajar mengemudikan mobil secara otodidak dengan belajar mobil di sekolah mengemudi. Di sekolah mengemudi, tentunya pelatihannya lebih intensif. Karena tidak belajar mobil semata, tapi juga diajarkan perilaku berkendara yang baik, safety driving, hingga pembelajaran melalui kelas teori.



Dengan pelatihan intensif tersebut, apakah bisa menggantikan tahapan tes di Satpas SIM ketika seseorang mengajukan permohonan SIM A? Menurut Kasubdit SIM Ditregident Korlantas Polri Kombes Pol Hery Sutrisman, kesimpulannya tidak sesederhana itu.

"Jadi kalau dikatakan belajar di sekolah mengemudi lantas diakui saja, tidak," kata Hery, saat ditemui detikcom di kantornya, di Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (14/3/2019).



Menurut Hery, lembaga pendidikan seperti sekolah mengemudi hanyalah sarana untuk mendapatkan kompetensi. Sementara Kepolisian bertindak sebagai penguji dari kompetensi yang telah dicapai pemohon.

"Polisi memberikan legitimasi dengan cara pengujian. Jadi legitimasi ini tidak mungkin diberikan secara cuma-cuma. Tetap harus melakukan tahapan tes," terang Hery. (lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed