Selasa, 05 Mar 2019 19:14 WIB

Energi Nuklir pada Baterai Kendaraan, Tidak Perlu Dimodifikasi Lagi

Ridwan Arifin - detikOto
Mungkinkah Nuklir pada kendaraan Foto: Andhika Akbarayansyah Mungkinkah Nuklir pada kendaraan Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Mengingat penggunaan bahan bakar semakin inovatif demi terciptanya emisi karbon rendah. Ada satu teknologi yang saat ini mulai dikembangkan di negara maju, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Peneliti Senior Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan baterai kendaraan listrik yang sekarang tidak masalah bila menggunakan energi yang bersumber dari PLTN.



"Mobil listrik tetap menggunakan baterai biasa baik itu lithium-ion atau yang lainnya tapi nge-charge nya itu menggunakan tenaga yang bersumber dari PLTN jadi ada stasiun-stasiunnya," kata Djarot kepada detikOto, saat ditemui di Gedung BATAN, Tangerang, Banten.

Indonesia memang belum memiliki PLTN murni sebagai sumber energi. Namun sudah memliki tiga reaktor untuk penelitian yang berada di wilayah Bandung, Banten, Surabaya.



Menyoal teknologi yang saat ini sudah bisa melakukan pengisian cepat. Tidak menutup kemungkinan, seperti milik PLN atau Pertamina, karena energi yang dihasilkan sama-sama listrik.

"Bedanya hanya di sumbernya kalau selama ini sumber itu berasal dari batu bara, minyak atau gas," ungkap Djarot.



Langkah ini, kata Djarot lebih masuk akal ketimbang menanamkan reaktor di dalam kendaraan. Sebab, saat ini belum ditemukan teknologi yang menjamin keamanan saat reaktor dipasangkan ke kendaraan sebagai moda transportasi.

"Yang penting adalah kita menciptakan teknologi di mana resiko menjadi sengat minimal. Saya lebih cenderung ke arah tadi, dengan membangun stasiun pengisian listrik yang bersumber dari tenaga nuklir," ungkap Djarot.

[Gambas:Video 20detik]

(riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed