Sabtu, 02 Mar 2019 13:41 WIB

Banyak Pejabat Pemerintah yang Pakai Camry

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Toyota Camry 2019. Foto: Toyota Toyota Camry 2019. Foto: Toyota
Jakarta - Toyota-Astra Motor (TAM) telah meluncurkan sedan mewah Toyota Camry terbaru pada Januari lalu. TAM mengklaim Camry terbaru mendapat sambutan positif dari konsumennya.

Camry tidak hanya dibeli oleh konsumen perorangan. Toyota juga menjual mobil tersebut ke perusahaan hingga pemerintahan.

"Pemesan Camry itu dari pemilik Camry lama juga ada, ada juga dari merek lain di kelas yang sama, atau bahkan dari kelas Corolla naik ke Camry juga ada. Tapi yang menarik Camry itu kebanyakan perusahaan dan government, itu lebih dari 60 persen," kata Direktur Marketing TAM, Anton Jimmi, belum lama ini.



"Dari tiga (pemesanan) mobil, dua mobil itu dari pemerintah, ya (pejabat) eselon tertentu lah (yang pakai Camry)," sebutnya.

Namun, pemerintah hanya memesan Camry konvensional, bukan Camry hybrid. Alasannya karena harga Camry Hybrid yang lebih mahal.

"Karena LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah) ada maksimal harga di Rp 700 juta. Kalau hybrid kan di atas Rp 700 juta, walaupun mungkin government penginnya yang hybrid," kata Anton.



Sekadar diketahui, Toyota menawarkan Camry dengan pilihan tipe mesin biasa dan hybrid. Untuk Camry konvensional ditawarkan dua tipe yaitu 2.5 G dengan harga Rp 613.350.000 dan 2.5V seharga Rp 646.650.000. Sementara Camry Hybrid harganya Rp 806,6 juta.

"Camry sih bagus banget demand-nya, jauh dari ekspektasi. Karena kan Camry itu tahun lalu 100-an (per bulan) mungkin (ekspektasinya) naik 10-20 persen lah. Ternyata SPK (pemesanan) dua kali lipat. SPK 200 dalam Januari, Februari ini saya lihat 200 lagi. Kita harus say sorry ke konsumen Camry, nunggunya agak lama, 2-3 bulan. hybrid mungkin masih lebih lama. Di Januari itu 20 persen hybrid, sebelumnya itu 9 persen, naik 10 persen," kata Anton. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya