Memang, penambahan line-up model merupakan salah satu strategi (selain soal harga) yang harus dilakukan mengingat pabrikan otomotif Jepang sudah lebih lama 'bermain' di Tanah Air. Namun Brand and Marketing Director Wuling Motors Yin Yi menyampaikan, saat ini fokusan timnya bukan untuk hal tersebut.
"Kita bukan mau rebutan pasar dengan brand Jepang, justru saat ini kita fokus untuk konsumen kita dahulu. Jadi kita mau menciptakan value untuk mereka yakni 'drive for better life'," ujar Yin Yi usai konferensi pers di Gedung Tribata, Jakarta, Rabu (28/02/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lebih fokus ke experience costumers, memberikan produk yang nyaman dan memberikan fitur yang melimpah, serta memberikan safety standar yang terbaik," tutur Yin Yi.
Keberhasilan Wuling di negara asalnya pun menjadi salah satu bekal untuk berhadapan langsung di pasar global. Lewat sejumlah pembaruan dan penyesuaian dengan karakter orang Indonesia, pun dengan harga, Wuling mengklaim Almaz menjadi produk terbaik dibandingkan kompetitor.
"Ini adalah produk yang sudah internasional atau global, kalau di market Indonesia itu logonya Wuling. Kalau di China, itu Baujon 530. Amerika adalah Chevrolet Captiva, di India menggunakan MG," ujar Yin Yi.
"Produk ini merupakan global, namun khusus di Indonesia kita berikan yang terbaik bisa dilihat dari head unitnya, ruang kabin yang lebih lega. Ini adalah mobil terbaik yang kami tawarkan untuk Indonesia dibandingkan dengan brand lain," pungkasnya lagi. (riar/ruk)












































Komentar Terbanyak
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Harga BBM di Malaysia Turun, Bensin RON 95 Non-subsidi Setara Rp 15 Ribuan