Honda Sebut Mobil China Bukan Saingannya

Ruly Kurniawan - detikOto
Kamis, 28 Feb 2019 10:40 WIB
Honda. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Penetrasi pasar mobil China makin kencang saja. Sebagai contoh nyata adalah Wuling, yang hanya membutuhkan waktu 2 tahun untuk menembus dominasi mobil Jepang di Indonesia.

Walau begitu, Honda menegaskan bahwa mereka bukan saingan mobil China. Hal tersebut dipaparkan Direktur Pemasaran dan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy saat berbincang bersama wartawan di sela-sela Media Test Drive New Mobilio di Ancol, Jakarta, Rabu (27/2/2019).


"Tidak kok (saingan Honda-Red). Kalau merek China (Wuling) sih, mereka punya market tersendiri. Mereka juga masih punya tantangan besar misalkan tentang purna jual, biaya servis, resale value, dan banyak lagi," ujarnya.

"Paling penting kan ketika mobil bisa dibeli sekarang, kalau dijual kembalinya bagaimana. Disitu lah suatu nilai mobil-mobil yang 'benar', yang sudah ada bisa terlihat. Kecuali dia punya line-up yang panjang, continue. Baru itu beda," lanjut Jonfis.

Dalam hal tukar tambah dengan mobil Jepang sendiri, mobil China cenderung lebih berat. Hal ini dipacu dengan nilai jual mobil China tersebut dan juga harga beli mobil Jepang.


"Mobil China itu, kalau ingin tukar tambah larinya kemana? Mungkin ke merek China lagi. Sebab kalau dia beli sekarang Rp 160 juta, ketika dijual berapa. Lalu saat pindah (tukar tambah-Red) ke mobil Jepang, bakal nombok banyak. Kan malah rugi," pungas dia.

Tapi bukan berarti mobil China sekarang tidak pantas untuk diperhatikan. Sebab, mobil-mobil yang ditawarkan ke masyarkat Indonesia saat ini sudah mampu bersaing.



Tonton juga video Kiprah Mobil China di Indonesia:

[Gambas:Video 20detik]

(ruk/dry)