Jangan Sembarangan Modif Xpander Biar Garansi Nggak Hangus

Ridwan Arifin - detikOto
Minggu, 27 Jan 2019 15:13 WIB
Xpander yang dimodifikasi. Foto: Ridwan Arifin/detikOto
Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mencatatkan rekor penjualan paling tinggi di tahun 2018, hal ini berkat kehadiran mobil Low MPV Xpander. Sebagai salah satu mobil paling laris di Indonesia, tidak melulu puas dengan hasil produksi bawaan pabrik.

Artinya mereka yang memiliki hasrat lebih dan ingin tampil beda menuangkannya ke dalam bentuk modifikasi.

Seperti yang terlihat di acara Tons of Real Happiness di Sumarecon Mall Serpong, Tangerang, Banten. Ada beberapa anggota komunitas Xpander Mitsubishi Owners Club (Xmoc) memodifikasi Xpander miliknya.


Lebih lanjut soal polemik modifikasi yang akan menghanguskan garansi, PT MMKSI tidak melarang konsumen untuk melakukan ubahan pada mobilnya, namun patut menjadi perhatian agar sesuatu yang diubah tidak berdampak buruk pada komponen mobil.

"Catatan penting bagi semua konsumen seperti yang dijelaskan di buku, hal-hal yang tidak termasuk garansi, kerusakan yang terjadi pada komponen yang terbukti rusaknya karena modifikasi," ujar Head of Technical Service & CS Support Department PT MMKSI, Boediarto

"Jadi kalau rusak sesuatu komponen tapi tidak ada bukti itu tidak terkait dengan modifikasi, sah-sah saja," ujar Boedianto.

"Kalau saya beli mobil saya punya hak untuk mengubah segala macam, tapi saya punya kewajiban dan patuh bila berurusan garansi, jadi melarang tidak, tentunya sebuah produk nggak ada yang 100 persen memenuhi keinginan (konsumen)," tambah Boedianto.


Hal lain yang patut menjadi perhatian adalah kewajiban konsumen untuk selalu datang ke servis berkala tepat pada waktunya sesuai anjuran buku servis.

"Garansi adalah hak konsumen, tetapi setiap kondisi ada kewajiban, pertama servis berkala harus ikut setiap 10 ribu dari seribu sampai terus kelipatan 10 ribu," ungkap Boediarto. (dry/dry)