Ini yang Buat Isuzu Ragu Lahirkan Generasi Terbaru Panther

Rizki Pratama - detikOto
Kamis, 24 Jan 2019 17:59 WIB
Ilustrasi Isuzu Panther Foto: pool
Jakarta - Isuzu Panther adalah satu model andalan Isuzu segmen mobil penumpang sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1991. Sayangnya, mobil diesel yang sudah memiliki 4 generasi ini, kini memiliki nasib yang belum jelas apakah akan ada penerusnya atau tidak.

Karena sejak model terakhir yang diproduksi pada tahun 2005, Panther sudah tidak lagi mengalami perubahan dan masih dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia. Berdasarkan data PT Isuzu Astra Motor Indonesia, penjualan ritel Isuzu Panther pada tahun 2018 silam meraih angka 950 unit yang mana turun 17,2 persen dari tahun 2017 dengan total penjualan 1,147 unit.



"Kita menyadari Panther berada di pasar yang kompetitif dan makin ketat, jadi secara alami terjadi penurunan. Karena kita tidak mengeluarkn produk baru," ujar Direktur Marketing LCV PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Joen Budi Putra pada saat peluncuran New Isuzu GIGA, Kamis (24/1/2019) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

GM Marketing Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Attias Asril yang hadir pada kesempatan yang sama mengungkapkan Isuzu Panther sudah memiliki konsep terbaru namun tidak terealisasi di Indonesia dikarenakan berbagai pertimbangan bisnis. "Sebenarnya waktu itu kita sudah punya blueprint untuk New Panther dan pernah ada info kemungkinan akan keluar. Namun dengan itung-itungan bisnis itu akan sangat besar," ungkapnya.



Isuzu mengatakan, alasan kuat mengapa mereka masih enggan memperkenalkan model terbaru Isuzu Panther untuk saat ini. Yakni berdasarkan pertimbangan tren pasar dan regulasi euro4 yang akan diterapkan pada 2021 mendatang. "Belakangan kalau dilihat tren MPV medium ini kan menurun terus dan beralih ke arah SUV. Kemudian ada regulasi tahun 2021 ada euro 4," terang Asril.

Jika dipaksakan hadir di Indonesia harga New Panther diproyeksi bisa sangat tinggi sekali bahkan melebihi harga pasaran mobil Low SUV. "Dua poin ini kita perhitungkan kalau dengan investasi baru dan market MPV cenderung turun. Katakanlah 2021 harus ganti engine lagi, itu secara investasi sangat besar harga Panther baru itu akan sangat tinggi sekali. Kasarnya bisa di atas harga SUV. Jadi sangat tidak visible lah dengan situasi yang kita akan hadapi di tahun 2021," jelas Asril. Disebutkan, Isuzu sedang mempelajari penggunaan mesin euro 4 yang sudah ada.

Hingga saat ini penjualan Isuzu Panther masih terus berjalan namun kemungkinan akan berhenti jika benar-benar terbentur regulasi euro4. "Sampai hari ini kita akan jalanin terus (penjualan Panther), mungkin akan terbentur nanti di regulasi euro4. Kalau kita ngga punya engine barunya bisa berhenti," tutur Asril. (rip/lth)