Toyota sendiri mengatakan bahwa momen sekali 5 tahun ini tidak akan banyak mempengaruhi bisnis mereka. Pernyataan ini didasarkan oleh pengalaman Toyota pada Pilpres 2014 lalu.
Baca juga: Toyota: Harga Hampir Semua Mobil Naik |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari momen Pilpres 2019 ini, Toyota melihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia memproyeksikan tahun 2019 akan meningkat dibanding tahun 2018. Faktor yang meyakinkan Toyota akan hal tersebut adalah nilai tukar, inflasi, dan suku bunga.
"GDP kita akan terus tumbuh mungkin akan lebih baik dari tahun lalu. Kita hati-hati lihat harga komoditas seperti tahun lalu mulai agak turun sedikit kemudian stabil. Faktor lain yang kita lihat adalah ada hubungannya dengan nilai tukar, inflasi, dan interest rate. Melihat pertimbangan ini di tahun ini rasanya kita masih optimis pasar akan tetap tumbuh cuma mungkin tumbuhnya nggak signifikan," tutur Henry.
Dengan kepercayaan diri tersebut Toyota merasa yakin bisa mempertahankan posisi mereka di pasar mobil Indonesia pada tahun 2019. "Kalau market bisa tumbuh 5 persen harapan kita market share kita di tahun 2018 bisa dipertahankan di tahun 2019. 2018 marketnya sekitar 31 persen jadi paling tidak ingin kita pertahankan," tutup Henry.
(rip/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?