Kamis, 03 Jan 2019 16:30 WIB

Penahanan Ghosn Diperpanjang, Keluarga: Dia Dijebak

Rizki Pratama - detikOto
Carlos Ghosn Foto: Reuters/Steve Marcus/File Photo Carlos Ghosn Foto: Reuters/Steve Marcus/File Photo
Jakarta - Mantan bos Nissan, Carlos Ghosn, dinyatakan akan ditahan lebih lama lagi setidaknya sampai 11 Januari 2019. Pengadilan Tokyo mengatakan pada Senin (31/12/2018) tokoh industri otomotif yang pernah dihormati tersebut dihadapkan atas tuduhan yang menggulingkan kepemimpinannya di Nissan.

Ghosn memimpin Nissan Motor Co. selama dua dekade dan menyelamatkan perusahaan mobil Jepang itu dari kebangkrutan. Pada 19 November 2018 lalu ia ditangkap karena dicurigai memalsukan laporan keuangan. Dia juga menghadapi tuduhan pelanggaran kepercayaan, yang penahanannya telah disetujui sebelumnya hingga 1 Januari.



Pengadilan Distrik Tokyo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menyetujui permintaan jaksa penuntut untuk perpanjangan 10 hari.

Kerabat dan keluarga Ghosn mengatakan dia tidak bersalah atas dugaan pemalsuan laporan keuangan dan Nissan tidak pernah mengalami kerugian moneter dari dugaan pelanggaran kepercayaan.

Tidak jelas kapan Ghosn dapat dibebaskan dengan jaminan. Jaksa penuntut Tokyo menganggap Ghosn akan kabur jika dilepaskan dari penahanan.

Di aturan hukum Jepang, tersangka akan ditahan selama berbulan-bulan, kadang-kadang sampai persidangan dimulai. Alasannya untuk menghindari bukti supaya tidak rusak.



Selama akhir pekan, The New York Times menerbitkan sebuah artikel, "Bangkit dan Jatuhnya Carlos Ghosn," yang menggambarkan penangkapannya serta kisah legendarisnya sebagai orang luar yang menyelamatkan Nissan. "Dia adalah orang yang berada di atas awan, "kata seorang karyawan Nissan. Namun jelas dari artikel itu bahwa gaya otokratisnya telah lama membuat orang Jepang tergila-gila.

Di sebuah sidebar, NYT juga meliput pernyataan dari anak perempuan Ghosn bahwa Nissan telah sengaja menjebak Ghosn dikarenakan Nissan tidak terima bergabung dengan Renault. Mereka mengingatkan bahwa Kepala Eksekutif Nissan, Hiroto Saikawa, pernah mengeluh tentang aliansi tersebut dalam konferensi pers pertama setelah penangkapan Ghosn.

"Wow," kata putri Caroline Ghosn. "Dia bahkan tidak membuang-buang napas. Dia bahkan tidak berusaha menutupi fakta bahwa merger itu ada hubungannya dengan ini."



Artikel-artikel NYT termasuk foto-foto keluarga Ghosn menunjukkan sisi yang lebih lembut pria kelahiran Lebanon ini.

Eksekutif Nissan lainnya, Greg Kelly juga ditangkap karena dicurigai berkolaborasi dengan Ghosn dalam pelaporan pendapatan dan dibebaskan 25 Desember dengan jaminan 70 juta yen ($ 635.600) setelah lebih dari sebulan ditahan.

Kelly mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui pengacaranya bahwa dia menderita penyakit saat dalam penahanan pada bagian lehernya dan berharap mendapatkan perawatan medis. Dia juga mengatakan dia tidak bersalah dan berharap untuk mendapatkan kembali kehormatannya.

"Saya berharap persidangan akan segera dimulai. Saya tidak terlibat dalam dugaan yang salah. Saya percaya ketidakbersalahan saya akan terungkap dalam persidangan," kata Kelly.

Memalsukan pelaporan keuangan adalah kejahatan serius di Jepang, dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara, denda 10 juta yen ($ 89.000), atau keduanya. Tetapi beberapa ahli bingung bahwa tuduhan terhadap Kelly dan Ghosn adalah tentang pendapatan yang tidak dilaporkan dari Nissan. Nissan bertanggung jawab atas pengajuan laporan keuangan tersebut, bukan eksekutif individu.

Kasus-kasus perusahaan dan pejabat di masa lalu yang didakwa di Jepang karena memalsukan laporan semacam itu cenderung tentang kesalahpahaman atas keuntungan perusahaan atau angka-angka lain yang berhubungan dengan keseluruhan operasi bisnis, bukan kompensasi eksekutif.



Nissan sebagai badan hukum juga telah dibebankan dalam pelaporan pendapatan. Tetapi tidak ada orang lain selain Ghosn dan Kelly yang ditangkap atau didakwa.

Tuduhan terbaru tentang pelanggaran kepercayaan terhadap Ghosn, menurut jaksa penuntut, berpusat di mana Nissan memikul kerugian investasi swasta milik Ghosn sebesar 1,8 miliar yen ($ 16 juta) pada 2008, dan meminta Nissan mentransfer $ 14,7 juta ke perusahaan lain.

Nissan mengatakan Ghosn dan Kelly adalah dalang di balik skema manipulasi laporan keuangan dan menggunakan uang dan aset perusahaan untuk keuntungan pribadi. Pejabat Nissan telah bekerja sama dengan jaksa penuntut dalam penyelidikan. Ghosn dan Kelly secara rutin diinterogasi setiap hari tanpa kehadiran pengacara, meskipun pengacara diizinkan untuk mengunjungi klien mereka.

Renault SA yang memiliki 43 persen Nissan, telah memilih untuk mempertahankan Ghosn sambil menunjuk pengganti sementara. Nissan telah menggulingkan Ghosn sebagai ketuanya, meskipun dia tetap di dewan direksi.

Kekhawatiran tumbuh tentang masa depan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, yang mencakup produsen mobil Jepang yang lebih kecil, Mitsubishi Motors. Renault dan Nissan mengatakan mereka tetap berkomitmen pada kemitraan. (rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed