Kamis, 06 Des 2018 19:16 WIB

Mobil Matik Tak Lagi Menakutkan Bagi Masyarakat Indonesia

Dina Rayanti - detikOto
Ilustrasi mobil matik. Foto: Autodeal Ilustrasi mobil matik. Foto: Autodeal
Jakarta - Mobil-mobil bertransmisi manual memang masih menjadi primadona di tengah masyarakat Indonesia. Mobil manual identik dengan efisiensi bahan bakar yang cukup baik serta tidak merepotkan kalau tiba-tiba mogok di jalan.

Tren soal transmisi mobil di Indonesia perlahan-lahan mulai berubah. Kondisi jalan di kota-kota besar yang macet membuat sebagian masyarakat Indonesia beralih menggunakan mobil bertransmisi otomatis. Mobil matik memang lebih mudah untuk digunakan dalam keadaan macet.

"Dulu kalau parkir masalah karena nggak bisa paralel, kemudian kalau servis susah. Sekarang sudah tidak seperti itu," jelas Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat dihubungi detikOto.

Tak perlu repot-repot dan pegal saat melepas serta menginjak pedal kopling, mobil matik memang lebih mudah dikendarai. Begitu pula jika mogok secara tiba-tiba, mobil bisa langsung didorong.

"Dan perasaan khawatir memiliki automatic juga menurun karena tidak seperti awal-awal image-nya," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra mengatakan mobil manual masih jadi incaran utama orang Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah harga mobil manual lebih murah daripada matik.

"Kayak misalnya di Jepang, Daihatsu 95 persen matik tapi kalau di sini belum. Secara umum di negara berkembang begitu. Sama sebenarnya lebih affordable karena kan matik lebih mahal Rp 10 jutaan terus yang kedua takut kalau ada apa-apa," ungkap Amelia.


Tonton juga ' Perkenalkan CROSS, Mobil Matik Pertama Datsun di Indonesia ':

[Gambas:Video 20detik]

Mobil Matik Tak Lagi Menakutkan Bagi Masyarakat Indonesia
(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed