Kamis, 06 Des 2018 16:43 WIB

SPLU Masih Ada yang Pakai Batubara, Kendaraan Listrik Bersih?

Luthfi Anshori - detikOto
SPLU mobil listrik. Foto: Rifkianto Nugroho SPLU mobil listrik. Foto: Rifkianto Nugroho
Tangerang Selatan - Pengembangan kendaraan listrik sedang menggeliat di Indonesia. Pemerintah pun tak ketinggalan urun rembug dengan mempersiapkan regulasi kendaraan listrik. Bahkan, draf Perpres Kendaraan Listrik yang saat ini ada di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman ditargetkan rampung awal 2019 nanti.

Masalahnya, produksi listrik di Indonesia sebagian besar masih disuplai pembangkit listrik tenaga batubara. Data Ditjen EBT Kementerian ESDM tahun 2017, menyebut batubara masih menyumbang 57,22 persen produksi listrik, 24,82 persen gas, 5,81 persen BBM, dan EBT (Energi Baru Terbarukan) 12,15 persen.


Penggunaan batubara akan menciptakan emisi karbon dioksida yang tinggi ke udara. Ini tentunya menjadi hal kontradiktif bagi pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, jika masih memakai tenaga listrik dari proses yang tidak ramah lingkungan.

Lantas, apakah kendaraan listrik di Indonesia masih bisa disebut ramah lingkungan jika memakai energi listrik dari batubara, gas, atau BBM?

Menurut Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi BPPT, Mohammad Mustofa Sarinanto, kesimpulannya tidak seperti itu.

"Sebetulnya bandingkannya nggak bisa gitu juga. Kan sebelum pakai listrik dia (kendaraan) ngambil dari mana? Minyak bumi, yang efisiensinya belum tentu bagus juga," ujar Sarinanto kepada detikOto, di Serpong, Tangerang Selatan.

Menurut Sarinanto, tujuan pengembangan kendaraan listrik adalah untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

"Bahwa batubara memang masih digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik, iya. Tapi di sisi lain, ada juga minyak yang terus dieksploitasi untuk transportasi. Nah minyak ini yang coba kita kurangi," terang pria ramah ini.


Kabar baiknya, meski saat ini pemerintah masih terus mengandalkan batubara sebagai pembangkit tenaga listrik, pemerintah juga memiliki target untuk lebih banyak menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Saat ini, pemanfaatan EBT memang masih kecil. Tapi secara bertahap akan terus ditingkatkan. Kita punya target sampai 2025 sudah memakai EBT sampai 23 persen," pungkas Sarinanto.



Tonton juga ' BPPT Luncurkan Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik ':

[Gambas:Video 20detik]

SPLU Masih Ada yang Pakai Batubara, Kendaraan Listrik Bersih?
(lua/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed