Kamis, 06 Des 2018 07:08 WIB

Nissan-Mitsubishi Indonesia Tidak Terganggu dengan Kasus Korupsi Ghosn

Luthfi Anshori - detikOto
Logo Nissan-Mitsubishi Foto: Zaki Alfarabi Logo Nissan-Mitsubishi Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta - Kasus korupsi yang dilakukan oleh Chairman Nissan, Carlos Ghosn, diklaim tidak akan mempengaruhi bisnis Mitsubishi dan Nissan di Indonesia.

Hal ini disampaikan Director of Coordination & Development Division PT MMKSI Ogi Ikematsu, bisnis Mitsubishi dan Nissan di Indonesia akan berjalan terus, kendati ada kasus penyimpangan financial dipucuk pimpinan.



"Saya tidak bisa berkomentar. Tapi proses bisnis (Mitsubishi-Nissan) di Indonesia tetap akan berjalan terus," singkat Ikematsu kepada wartawan, di gedung BPPT, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Kabar terakhir menyebutkan Carlos Ghosn membantah semua dugaan miring yang dialamatkan padanya. Diberitakan The Japan Times, Senin (3/12/2018) lalu, ungkap sebuah sumber pria 64 tahun itu masih mengelak kalau dirinya bersalah.



Pria kelahiran Brasil yang diketahui menyelamatkan Nissan dari kebangkrutan tahun 1990 harus menerima dipecat dari Nissan dan juga Mitsubishi atas dugaan penyelewengan yang dilakukannya.

Meski begitu, Ghosn tersebut masih berada di pucuk pimpinan Renault. Renault belum berniat untuk memecat Ghosn namun telah meminta seseorang untuk menggantikan posisinya sementara.

Sebagai informasi, Ghosn ditangkap 19 November 2018 di Jepang berdasarkan hasil investigasi internal Nissan dan terbukti melakukan serangkaian penyelewengan dana bertahun-tahun serta memanfaatkan aset perusahaan untuk memperkaya dirinya sendiri.

Ghosn dilaporkan memiliki enam rumah, termasuk di Tokyo dan New York.



Livemint memberitakan, rincian soal dugaan kelakuan buruk dari chairman Nissan tersebut secara perlahan mulai bermunculan. Seorang pejabat perusahaan yang tidak ingin disebut namanya mengatakan Nissan Motor Co menyediakan enam tempat tinggal untuk Ghosn.

Sebelumnya malah dilaporkan bahwa Ghosn mendapatkan beberapa properti yang didanai perusahaan. Properti itu kabarnya juga ada di Beirut, Rio de Janeiro, Paris, dan Amsterdam.

Tertangkapnya Ghosn disebut-sebut tidak mempengaruhi nasib aliansi Nissan-Mitsubishi-Renault. Ketiga perusahaan itu telah meyakinkan investor bahwa tak ada yang perlu diragukan dari aliansi.

Saat bergabung, ketiganya mampu menjual satu dari sembilan mobil yang terjual di seluruh dunia. Secara total, aliansi tersebut memperkerjakan 470.000 orang di hampir 200 negara dan ketiganya menjadi produsen mobil terbanyak di dunia saat ini.


Tonton juga 'Tilep Duit Perusahaan, Bos Nissan Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]

Nissan-Mitsubishi Indonesia Tidak Terganggu dengan Kasus Korupsi Ghosn
(lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed