Jumat, 30 Nov 2018 20:41 WIB

Luhut: Indonesia Bikin Mobil Listrik Sendiri Dong!

Ridwan Arifin - detikOto
Ilustrasi Kendaraan listrik Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi Kendaraan listrik Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pemerintah terus berupaya menghadirkan kendaraan listrik di tengah masyarakat. DPR mengundang perwakilan pemerintah untuk membicarakan pemanfaatan sumber energi alternatif dalam negeri di Gedung Nusantara III, Kamis (29/11/2018).



Hadir dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menginginkan agar Indonesia bisa memproduksi mobil listrik sendiri.

"Sekarang masih 94 persen mobil Jepang yang kontrol Indonesia. Kita sekarang masih tergantung Jepang, kita ribut-ribut China," ungkap Luhut dalam rapat kordinasi di Kawasan MPR/DPR, Nusantara III, Kamis (29/11/2018).

"Sebenernya kalo kita liat kita ini siapa sih? Ini 94 persen lho. Kita bikin mobil Indonesia dong. Ini kan baterai ada, mobilnya kita bikin di Karawang Bekasi buatan Indonesia. Kan bisa," ungkap Luhut.



Lebih lanjut, Luhut mengatakan bahwa membuat mobil listrik tidak semahal dengan memproduksi mobil konvensional seperti bensin. Indonesia punya potensi besar terkait perkembangan mobil listrik dalam negeri.

"Bikin mobil listrik itu tak semahal bikin mobil konvensional. Karena dia tidak punya mesin, karburator tidak ada, dia hanya listriknya saja muter banyak," kata Luhut.

"Jadi kita ini menjadi pemain utama lithium baterai karena punya cadangan nikel terbesar di sektor ini kita pemain besar. Jadi kadang-kadang kita gak tahu kita pemain besar, kita asik berkelahi sendiri aja," kata Luhut.



Untuk mendukung, regulasi pun harus cepat diselesaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan rapat koordinasi dengan DPR mengenai mobil listrik di Gedung DPR Jakarta.

"Buat Pepres itu sebentar, besok Senin (Tanggal 3 Desember 2018-Red) kami rapat internal dulu," ungkap Luhut kepada wartawan.

"Kemudian mungkin Rabu (Tanggal 5 Desember 2018-Red) rapat mengenai Perpres itu, Sabtu-Minggu nanti kita siapin drafnya, mungkin Minggu depannya kita ajukan ke ratas (Rapat Terbatas), insya allah," ungkap Luhut.

Salah satu isi draf adalah terkait pemberian insentif fiskal dan non fiskal pada mobil listrik. Skema insentif untuk pengembangan industri kendaraan bermotor listrik, sehingga berdampak untuk pengurangan penggunaan energi fosil dan pengurangan impor minyak bumi. Namun saat ini, dirinya belum bisa mengungkapkan secara detail.

"Insentif lagi dibicarakan modelnya nanti semua di Perpres, lagi diomongin," jawab Luhut. (riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed