Jumat, 23 Nov 2018 16:41 WIB

Ghosn Ditangkap, Prancis: Bukan Waktunya Ubah Aliansi Renault-Nissan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Aliansi Renault Nissan Mitsubishi. Foto: Renault Aliansi Renault Nissan Mitsubishi. Foto: Renault
Paris - Pemerintah Prancis menanggapi ditangkapnya bos aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, Carlos Ghosn. Pemerintah Prancis mengatakan kepada Jepang bahwa sekarang bukan saatnya merenungkan perubahan dalam keseimbangan internal aliansi Renault-Nissan.

Hal itu disampaikan pejabat di kantor Presiden Emmanuel Macron. Diberitakan Reuters, pejabat Istana Elysee menanggapi tuduhan pelanggaran keuangan terhadap Carlos Ghosn yang digulingkan dari posisinya sebagai chairman Nissan Motor Co sebagai langkah tepat.

"Kami telah sangat jelas: sekarang tentu bukan waktu untuk perubahan inti salah satu bagian dari aliansi atau yang lain, untuk Nissan meningkatkan sahamny di Renault, misalnya," kata pejabat Elysee.



"Dan mereka telah mengatakan kepada kami bahwa ini bukan niat mereka," katanya.



Seperti diketahui, pemerintah Prancis memegang 15 persen saham Renault. Renault juga memiliki 43,4 persen saham Nissan. Dan Nissan memegang 15 persen saham non-voting di Renault dan 34 persen di Mitsubishi Motors.

Ghosn merupakan arsitek dari aliansi tiga pabrikan besar tersebut. Dia malah mendorong ikatan aliansi lebih dalam lagi. termasuk potensi penggabungan penuh Renault dan Nissan. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed