Jumat, 26 Okt 2018 09:30 WIB

Bagi Leasing, Pembiayaan Kredit Mobil Bekas Lebih Berisiko

Ridwan Arifin - detikOto
Mobil bekas. Foto: dok detikOto Mobil bekas. Foto: dok detikOto
Jakarta - BCA Finance sebagai perusahaan yang membiayai kredit mobil berhasil membukukan pembiayaan baru sebesar 25,58 triliun di kuartal III tahun 2018. Sebanyak 30 persen pembiayaan kredit BCA Finance merupakan penyaluran kredit untuk mobil bekas.

Namun ternyata kredit mobil bekas risikonya lebih besar bagi perusahaan pembiayaan. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Direktur BCA Finance Rudi Haslim saat acara Pekan Raya Otomotif BCA Finance di AEON Mall, Cakung, Jakarta Timur, (24/10/2018).

"Risiko mobil bekas itu biasanya dari kondisi mobil yang biasa saja bisa bermasalah, jadi risikonya lebih tinggi," ungkap Rudi.



Ia menambahkan, risiko mobil bekas tidak hanya pada pada kemampuan konsumen dalam mencicil, namun juga bagaimana kondisi mobilnya. Walhasil BCA Finance lebih berfokus kepada pembiayaan mobil baru.

"Kontribusi mobil bekas sejak tahun lalu masih tetap 30 persen hingga tahun ini, by design BCA Finance tidak mau terlalu besar untuk pembiayaan mobil bekas," ungkap Rudi.



"Alasannya mobil bekas itu kompetensinya beda, kalau mobil baru itu risikonya hanya ada di konsumennya dia bayar apa nggak, tapi kalau mobil bekas, selain di konsumen risiko juga ada kondisi mobilnya bagaimana, biayain mobilnya benar apa nggak," jelas Rudi.

Ia pun mengatakan, kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) mobil bekas lebih tinggi ketimbang mobil baru. "Mobil bekas itu risikonya dan NPL-nya lebih tinggi, secara overdue mobil bekas itu 3 persen dan mobil baru di bawah 1 persen," ungkapnya. (riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed