Jumat, 26 Okt 2018 07:25 WIB

Aturan Ganjil-genap Bikin Orang Pengin Beli Mobil Baru

Ridwan Arifin - detikOto
Ganjil-genap Jakarta. Foto: Lamhot Aritonang Ganjil-genap Jakarta. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Aturan ganjil genap yang berlaku di sejumlah ruas jalan Jakarta dinilai Litbang Perhubungan hanya efektif untuk sementara waktu. Berdasarkan hasil survei kemungkinan jumlah kendaraan mobil malah bisa bertambah.

Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Badan Litbang Perhubungan Sugihardjo di Hotel Grand Mercure, Kamis, (25/10/2018) yang mengatakan bila aturan ganjil genap diterapkan secara permanen, sebanyak lebih dari 30 persen responden akan membeli mobil baru.


"Kalau permanen pasti orang ada cara-cara lain, baik dengan membeli mobil baru atau bekas supaya ada pilihan ganjil dan genap. itu potensinya ada 30 persen yang mengatakan kalau ganjil genap permanen (berdasarkan hasil survei) akan membeli mobil baru," ungkapnya.

"Sementara 40 persen nggak beli mobil, 30 persen ragu-ragu jadi kemungkinan yang akan beli mobil itu pasti lebih dari 30 persen ditambah yang ragu-ragu," jelasnya.


Karena alasan tersebut membuat aturan ganjil genap kurang efektif untuk jangka panjang. Pihaknya lebih menekankan untuk lebih membuat aturan Push Pull Policy seperti ERP (Electronic Road Pricing), parkir, dan sebagainya.

"Berarti kan kebijakan ini untuk jangka panjang kurang pas," ungkapnya.




Tonton juga 'Ini Jalur Crossing yang Bebas Ganjil-Genap':

[Gambas:Video 20detik]

(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed