Kamis, 25 Okt 2018 07:53 WIB

Tak Ikutan Bikin Esemka, Sukiat Jadi 'Anak Pungut' Garap Mobil Desa

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sukiat. Foto: Dok. Sukiat Sukiat. Foto: Dok. Sukiat
Jakarta - Penggagas Esemka, Sukiat, kini banting setir menggarap kendaraan pedesaan. Sebab, Sukiat mengaku kini tidak terlibat lagi dalam pengembangan proyek mobil Esemka.

Sukiat mengaku mundur dari proyek Esemka karena berkonsentrasi di pekerjaannya. Soalnya, dulu Sukiyat tidak berpikir mobil Esemka mau diproduksi massal. Sukiat menggagas mobil Esemka awalnya bertujuan untuk mentransfer ilmu ke anak-anak Esemka.

Sekarang, Sukiat fokus ke pengembangan mobil pedesaan atau AMMDes (Alat Mekanis Multiguna Pedesaan) Mahesa bersama PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD). Sukiyat diadopsi oleh Astra untuk menggarap kendaraan pedesaan.


"Mahesa (kendaraan pedesaan) ini kebetulan saya ditangkap oleh Astra, saya dikasih saham 49 persen. Inisiasi (hasil pemikiran) saya dinilai," kata Sukiyat kepada detikOto melalui sambungan telepon, Rabu (24/10/2018).

"Jadi Alhamdulillah saya bisa mewujudkan (kendaraan pedesaan) Mahesa ini dengan menjadi anak pungutnya Astra," sebut Sukiyat.

Sukiat menyebut, dirinya menggarap kendaraan pedesaan untuk bantu-bantu daerah terpencil di Indonesia. Dengan AMMDes, ekonomi masyarakat desa diharapkan bisa terbantu.

"Saya berpikir mau mengambil kendaraan lapis bawah, yang tidak disentuh oleh produsen-produsen besar. Kedua, saya dari keluarga petani, saya berpikir supaya pak tani selain menanam padi di waktu selang harus ada kerjaan yang bisa disambi, misalnya giling jerami untuk pakan ikan dan sebagainya. Ini kan turut membantu pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah," ucap Sukiat.


Kendaraan pedesaan yang digarap Sukiyat bersama PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia ini selain berfungsi sebagai kendaraan juga mempunyai fungsi lain. Misalnya, kendaraan bisa menggiling jerami, menjernihkan air, dan sebagainya.

"Filosofi saya, kalau tidak bisa membuat jalan raya, buatlah jalan setapak. Namun, jalan setapak yang menuju ke mata air," katanya.

Sekadar diketahui, AMMDes didesain, dikembangkan, dan diproduksi oleh PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) yang merupakan anak perusahaan PT Velasto Indonesia.

Perusahaan ini merupakan salah satu unit usaha PT Astra Otoparts Tbk. Melalui KMWI, AMMDes memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai alat produksi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di pedesaan dan memobilisasi hasil produksi di desa.

Dengan fungsi tersebut, AMMDes memiliki tiga tipe yaitu tipe fix bin dengan power take off (PTO-mengambil tenaga dari sumber lain dan mentransmisikan energi tersebut untuk aplikasi lain), tipe fixed bin dengan ALSINTAN dan tipe flat deck atau passenger dengan PTO.


Untuk unit AMMDes yang memiliki fasilitas PTO yang terintegrasi dapat diaplikasikan dengan pemecah gabah, pemutih padi, pompa irigasi, generator dan berbagi peralatan lainnya.

AMMDes memiliki tingkat kandungan komponen lokal mencapai 70%, KMWI melibatkan 71 vendor yang meliputi vendor lokal sebanyak 69 vendor (38 IKM; 15 Astra; 16 non Astra) serta 2 vendor asing untuk menyediakan 189 komponen penyusun AMMDes.




Tonton juga 'Jokowi Buka GIIAS 2018, Sekaligus Pamer Mobil Desa':

[Gambas:Video 20detik]

(rgr/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed