Kamis, 18 Okt 2018 18:45 WIB

Mana Lebih Laku, LCGC Murah atau Mahal?

Dina Rayanti - detikOto
Daihatsu Ayla. Foto: Dina Rayanti Daihatsu Ayla. Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Meski menjadi salah satu pertimbangan seseorang sebelum membeli mobil, harga jual murah tak menjamin mobil tersebut bisa laris manis di pasaran.

Sebagai contoh mobil murah yang termasuk dalam segmen Low Cost Green Car (LCGC). Tidak semua mobil LCGC memiliki banderol harga sama. Harga mobil disesuaikan dengan fitur dan teknologi yang tersemat di dalamnya. Tak lupa penentuan harga LCGC juga mengikuti aturan pemerintah.


Oleh sebab itu mobil ada yang dijual murah namun banyak juga yang dibanderol dengan harga cukup tinggi. Dalam data distribusi wholesales (dari pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mobil LCGC dengan harga murah tidak terlalu diminati.

Buktinya, mobil LCGC termurah dengan banderol harga Rp 95,65 juta itu sepanjang bulan September hanya terjual sebanyak 13 unit. Fitur LCGC termurah ini memang minim, tak heran kalau harga jualnya murah.

Berbeda halnya dengan LCGC berpredikat mahal karena harganya tembus Rp 150 juta. Seperti Agya TRD 1.2 A/T laku sebanyak 630 unit, Toyota Calya G 1.2 A/T 1.084 unit, dan Daihatsu Sigra tipe R 1.2 A/T sebanyak 335 unit.


Program mobil LCGC ini memang diikuti para produsen mobil. Ada Toyota, Honda, Suzuki, Datsun, Daihatsu ikut nymeplung dalam program tersebut. Namun ada syaratnya termasuk soal harga.

Tertulis dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau.

Harga jual mobil LCGC paling tinggi sebesar Rp 95 juta. Namun harga memang boleh di atas batas tersebut karena pertimbangan tertentu seperti inflasi, nilai tukar, dan juga teknologi di dalam mobil. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed