Chief Executive Blackberry John Chen memaparkan, keamanan adalah masalah yang tak boleh dianggap enteng apalagi untuk mobil otonom. Sebab dengan segala fitur yang ada mobil tersebut berpotensi dijadikan 'senjata' oleh oknum yang disebut hacker atau peretas.
"Mobil dapat dengan mudah terinfeksi virus dan secara harfiah, menjadi senjata yang berbahaya (telah siap). Jika peretas dapat memegangnya, Anda dapat membayangkan apa yang bisa mereka lakukan," katanya kepada The Telegraph.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Waduh, Hanya Pakai HP Mobil Bisa Dicuri |
Mobil otonom juga bisa memberikan para peretas ruang lingkup yang sangat besar untuk bisa menyebabkan kerusakan.
Baca juga: Blackberry Siapkan Mobil Otonom Juga |
"Saya bisa membuat mobil yang menurut saya 90 persen bebas virus. Tetapi begitu mobil sudah berada di jalan dan digunakan, kondisi tersebut perlu diperiksa secara teratur kembali," ujar Chen.
BlackBerry diketahui merupakan salah satu perusahaan teknologi yang juga sedang mengembangkan kendaraan otonom. Namun untuk kendaraan komersil, dikatakan setidaknya bisa diterapkan setelah semua mobil penumpang sudah menggunakannya, atau lima tahun ke depan.
"Peraturan dan teknologi keamanan perlu ditetapkan dengan baik sebelum siapa pun mendapat ijin untuk menggunakan mobil otonom di jalan. Mobil seperti ini masih memiliki banyak human error dan masalah kontrol keamanan, masih banyak tantangannya (salah satunya hukum saat terjadi kecelakaan)," tandas Chen. (ruk/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Asal Usul Mobil Porsche Pakai Pelat Dinas Kemhan, Ngakunya dari Orang Tua